Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menukik 65,189 poin (1,50%) ke level 4.351,254 di perdagangan terakhir pekan ini. Rencana The Fed memangkas stimulus jadi tekanan negatif ke bursa regional termasuk juga Bursa Efek Indonesia (BEI).
Aksi jual mendominasi perdagangan di lantai bursa sehingga membuat indeks terpuruk sampai ke titik terendahnya hari ini di 4.347,730. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak satu pun indeks sektoral yang bisa menguat, semuanya kompak terjebak di teritori negatif. Investor melepas saham-saham unggulan dan lapis dua.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 112.906 kali pada volume 1,809 miliar lembar saham senilai Rp 2,48 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 164 saham turun, dan 62 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih kompak terjebak di zona merah hingga siang hari ini. Kebijakan The Fed memangkas stimulus membuat investor regional kalang kabut.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 9,84 poin (0,48%) ke level 2.040,08. Â
- Indeks Hang Seng melemah 106,19 poin (0,48%) ke level 22.035,42. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 409,79 poin (2,66%) ke level 14.974,12. Â
- Indeks Straits Times berkurang 20,71 poin (0,68%) ke level 3.027,22. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 750 ke Rp 26.500, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 375 ke Rp 14.025, Asahimas (AMFG) turun Rp 375 ke Rp 6.725, dan Danayasa Artahtama (SCBD) turun Rp 340 ke Rp 3.000.
(ang/dnl)











































