"Demi keamanan dan keselamatan masyarakat, PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang memutus aliran lisrik dengan memadamkan pasokan dari gardu distribusi. Upaya ini dilakukan mengingat bahaya yang akan ditimbulkan oleh listrik saat air menggenangm," kata Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Roxy Swagerino, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/1/2014).
Roxy mengungkapkan, status pada pukul 10.00 WIB (31/1/2014) terdapat 49 gardu distribusi yang masih dipadamkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roxy menambahkan, kesiapan wilayah yang listriknya bisa dinormalkan yaitu apabila seluruh wilayah yang dilayani dari gardu distribusi tersebut sudah dalam keadaan kering. Tidak itu saja, dari pihak PLN juga memerlukan waktu untuk melakukan pembersihan dan revisi gardu.
"Pelanggan juga dimohon melakukan pengecekan dan memastikan instalasi maupun alat-alat elektronik dalam keadaan kering. Jadi, setelah banjir surut, butuh waktu dan proses untuk penormalan gardu distribusi. Apabila terjadi banjir susulan, tidak menutup kemungkinan gardu distribusi yang sudah normal akan kami padamkan kembali," tutup Roxy.
(rrd/dnl)











































