Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 11,251 poin (0,25%) ke level 4.407,506 kompak melemah bersama bursa-bursa regional.
Rencana pengurangan stimulus oleh The Fed serta kinerja emiten asing yang mengecewakan membuat pelaku pasar was-was. Aset berisiko pun dilepas, investor keluar sejenak dari lantai bursa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (3/2/2014), IHSG terpangkas 16,781 poin (0,38%) ke level 4.401,976. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 3,905 poin (0,53%) ke level 737,850.
Indeks masih bergerak dalam rentang yang tipis. Indeks hanya jatuh sampai ke posisi terendahnya di 4.377,542 sebelum koreksinya mulai melambat meski belum berhasil balik ke zona hijau.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 118.717 kali pada volume 2,619 miliar lembar saham senilai Rp 2,335 triliun. Sebanyak 128 saham naik, sisanya 111 saham turun, dan 71 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak banyak berubah hingga siang hari ini. Koreksinya malah makin tajam, rata-rata jatuh hingga lebih dari satu persen.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 16,83 poin (0,82%) ke level 2.033,08. Β
- Indeks Nikkei 225 anjlok 201,28 poin (1,35%) ke level 14.713,25. Β
- Indeks Straits Times melemah 30,92 poin (1,02%) ke level 2.996,30. Β
- Indeks KOSPI amblas 19,77 poin (1,02%) ke level 1.921,38. Β
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 900 ke Rp 21.500, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 550 ke Rp 66.500, Surya Toto (TOTO) turun Rp 525 ke Rp 7.350, dan Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 500 ke Rp 7.000.
(ang/dnl)











































