Indocement Akan Kurangi Volume Ekspornya

Indocement Akan Kurangi Volume Ekspornya

- detikFinance
Kamis, 02 Des 2004 15:25 WIB
Jakarta - Jika permintaan semen dalam negeri pada tahun 2005 meningkat tajam sehubungan dengan banyaknya pembangunan infrastruktur, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., kemungkinan akan mengurangi volume ekspor, di mana tahun ini volume ekspor mencapai 20-25% dari total penjualan perusahaan."Kalau permintaan semen dalam negeri meningkat, kemungkinan ekspor semen bisa kita kurangi dari posrsi saat ini yang sebesar 20-25%," kata Direktur Keuangan Indocement Christian Kartawijaya usai RUPSLB yang berlangsung di Hotel Regent, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Kamis, (2/12/2004).Menurutnya, pertumbuhan industri semen tahun depan diperkirakan naik 8-10 persen dibandingkan tahun 2004. Untuk pasar Indonesia, Indocement menguasai market share 30-31%. Dengan asumsi pertumbuhan industri semen nasional, maka Indocement menargetkan pertumbuhan volume penjualan tidak jauh berbeda dari angka itu atau sekitar 8%.Mengenai rencana kenaikan harga semen, menurutnya, hal itu akan dilakukan jika ada penyesuaian biaya, terutama dari sisi bahan bakar. Namun kenaikan itu akan selalu disesuaikan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan. Sektor energi seperti batubara, bahan bakar dan listrik adalah komponen utama untuk pembuatan semen yang mencapai 40 persen.Pada tahun 2004, permintaan semen diperkirakan mencapai 3 juta ton hingga akhir tahun ini. Mengenai kemungkinan perusahaan membagikan dividen karena hal itu tidak dilakukan sejak tahun 1999, Christian mengatakan, perusahaan saat ini sudah memungkiinkan untuk membagikan dividen, karena nilai utang sudah berkurang jauh, di mana saat ini sebesar 427 juta dolar AS dibandingkan tahun 2000 yang mencapai sekitar 1 miliar dolar AS.Saat ini, lanjutnya, kebijakan perusahaan jika memeiliki kelebihan dana, maka sebesar 50 persen akan digunakan khusus untuk pembayaran utang. "Kalau pemegang saham meminta dividen untuk tahun buku 2004 itu sudah memungkinkan, tapi kelihatannya pemegang saham menginginkan perusahaan tahun ini tetap fokus pada pembayaran utang.Sementara dalam RUPSLB hari menyetujui pergantian komisaris dan direktur. Komisaris baru Lorenz Naeger dari komisaris sebelumnya yang digantikan Horst R. Wolf. Sedangkan direktur baru yang diangkat adalah Philippe Kapan menggentikan Bread Taylor. (umi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads