Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.145 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.180 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 28,126 poin (0,64%) ke level 4.452,258 penguatan bursa global dan regional. Positifnya Wall Street menjadi faktor penyemangat investor domestik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 40,901 poin (0,92%) ke level 4.465,610. Sembilan indeks sektoral di lantai berhasil menghijau berkat ramainya aksi beli.
Ramainya aksi beli sempat mendorong indeks melonjak ke posisi tertingginya di 4.474,198. Hanya dua indeks sektoral yang masih melemah yaitu sektor infrastruktur dan konsumer.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (7/2/2014), IHSG ditutup naik 41,956 poin (0,95%) ke level 4.466,665. Sementara Indeks LQ45 menguat 8,230 poin (1,11%) ke level 751,047.
Aksi beli yang dilakukan investor ini didorong oleh positifnya bursa global dan regional. Transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 546,14 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 269.512 kali pada volume 4,349 miliar lembar saham senilai Rp 5,531 triliun. Sebanyak 186 saham naik, sisanya 97 saham turun, dan 90 saham stagnan.
Bursa Asia akhirnya kompak menguat tutup perdagangan akhir pekan. Investor masih fokus menunggu pengumuman data tenaga kerja AS malam nanti.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menguat 11,41 poin (0,56%) ke level 2.044,50. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 213,72 poin (1,00%) ke level 21.636,85. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 307,29 poin (2,17%) ke level 14.462,41. Â
- Indeks Straits Times naik 23,17 poin (0,78%) ke level 3.011,44. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.000 ke Rp 17.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 43.900, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 100 ke Rp 1.980, dan Toba Pulp (INRU) turun Rp 100 ke Rp 900.
(ang/dnl)











































