"Kami akan terbitkan obligasi secara bertahap Rp 4 triliun, kita sesuaikan dengan market, kemungkinan semester pertama," ujar Direktur Utama BTN Maryono saat acara konferensi persnya di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Dia menyebutkan, bank berkode BBTN itu menargetkan penyaluran kredit tahun ini mencapai Rp 109,4 triliun, yang mayoritasnya disalurkan untuk KPR terdiri dari KPR subsidi 41,82% dan non subsidi 58,18%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Obligasi jatuh tempo ada Rp 400 miliar tahun ini. Kami selalu membayarkan utang-utang jatuh tempo kita dengan baik," cetusnya.
(drk/ang)











































