Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 7,028 poin (0,16%) ke level 4.457,725. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 1,774 poin (0,24%) ke level 749,604.
Saham-saham yang kemarin melemah kini jadi incaran aksi beli. Indeks sempat menanjak sampai ke 4.475,148 tertinggi hari ini sebelum mulai melambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham bank memimpin penguatan, indeks sektor finansial pun melaju hingga lebih dari satu persen. Di posisi berikutnya ada saham-saham komoditas.
Penguatan indeks sedikit terhambat oleh koreksi saham-saham konsumer yang kemarin sudah naik tinggi. Pelaku pasar juga masih menanti pidato Janet Yellen yang diprediksi bisa mempengaruhi pergerakan bursa-bursa utama dunia.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 134.500 kali pada volume 2,086 miliar lembar saham senilai Rp 2,722 triliun. Sebanyak 140 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 85 saham stagnan.
Bursa-bursa regional berhasil mempertahankan momentum dan bertahan di zona hijau. Penguatan bursa di Asia rata-rata lebih tinggi dari BEI.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 7,51 poin (0,36%) ke level 2.093,58. Â
- Indeks Hang Seng melonjak 376,35 poin (1,74%) ke level 21.955,61. Â
- Indeks Nikkei 225 menanjak 255,93 poin (1,77%) ke level 14.718,34. Â
- Indeks Straits Times bertambah 18,34 poin (0,61%) ke level 3.035,54. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 725 ke Rp 27.275, Matahari (LPPF) turun Rp 475 ke Rp 12.275, Unilever (UNVR) turun Rp 275 ke Rp 27.825, dan Mayora (MYOR) turun Rp 175 ke Rp 26.775.
(ang/dnl)











































