Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan untuk kondisi beberapa waktu lalu, rupiah memang terlalu jauh melemah. Di mana telah mencapai angka Rp 12.200/US$. Sehingga harus diperlukan penguatan.
"Rupiah terlalu murah, memang harus menguat," ungkap Chatib di kantornya, Jakarta, Senin (17/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Fundamental nilai tukar dipatok berdasarkan reer (real efective exchange rate). Saat ini berada pada angka 94% yang seharusnya adalah 100%. Artinya rupiah saat ini masih di bawah fundamental atau under value.
"Rupiah memang harus menguat, tapi prosesnya harus smooth," ujarnya.
Meski demikian, Chatib menyebutkan kondisi nilai tukar masih cukup kompetitif untuk peningkatan ekspor. Sehingga dalam rangka untuk perbaikan neraca perdagangan yang ditargetkan pemerintah terus berjalan.
"Kan kalau dilihat reer nya juga masih undervalue artinya masih kompetitif untuk ekspor. Artinya masih ada space untuk nilai ekspor itu lebih tinggi," terang Chatib.
(mkl/dru)











































