Saatnya Rupiah Unjuk Gigi Setelah Terpuruk di 2013

Saatnya Rupiah Unjuk Gigi Setelah Terpuruk di 2013

- detikFinance
Selasa, 18 Feb 2014 11:28 WIB
Saatnya Rupiah Unjuk Gigi Setelah Terpuruk di 2013
Foto: Rachman/detikFoto
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Setelah dua bulan berada di Rp 12.000 dolar AS pun akhirnya menjinak dan turun ke kisaran Rp 11.000.

Sepanjang 2013 kemarin nilai tukar rupiah memang terpuruk habis-habisan gara-gara tingginya current account deficit (CAD) Indonesia. Dolar AS yang awalnya adem ayem saja langsung meroket ke Rp 12.000.

Lalu bagaimana rupiah bisa menguat? Lalu kapan rupiah ini mulai unjuk gigi lagi? Simak hasil rangkuman detikFinance di sini, Selasa (18/2/2014).


Foto: Rachman/detikFoto

Gejolak di akhir 2013

Menjelang tutup tahun 2013, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergejolak mulai bergejolak. Ada dua faktor yang mempengaruhinya.

Dari luar negeri penghentian stimulus yang digelontorkan The Fed membuat bursa asia khususnya Indonesia jeblok. Dana asing 'kabur', dan rupiah pun terkena imbasnya.

Sedangkan dari dalam negeri, defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang masih cukup tinggi. Kedua hal tersebut membuat investor tak mau ambil pusing dan memindahkan investasinya dari Indonesia.

Nilai tukar rupiah ini merupakan yang terparah koreksinya dalam 3 tahun terakhir. Dolar AS pernah hinggap di Rp 12.400 pada tahun 2008 tepatnya di 25 November 2008 lalu.

Seiring perkembangan ekonomi yang kuat dan inflasi yang terkendali, rupiah mampu menguat terhadap dolar dan berada di level Rp 8.900-an di 2010.

Adapun dolar mampu menguat hingga level di Rp 8.400 pada tahun 2011 atau tepatnya Rp 8.455 di Agustus 2011.

Namun memasuki tahun 2012, dolar yang berada di level Rp 9.000-an di awal tahun harus ditutup lebih tinggi hingga Rp 9.700 di akhir 2012 lalu.

Akhirnya, dolar yang dibuka Rp 9.600-an di awal tahun 2013 kemarin menguat hingga Rp 10.900.

Gejolak di akhir 2013

Menjelang tutup tahun 2013, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergejolak mulai bergejolak. Ada dua faktor yang mempengaruhinya.

Dari luar negeri penghentian stimulus yang digelontorkan The Fed membuat bursa asia khususnya Indonesia jeblok. Dana asing 'kabur', dan rupiah pun terkena imbasnya.

Sedangkan dari dalam negeri, defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang masih cukup tinggi. Kedua hal tersebut membuat investor tak mau ambil pusing dan memindahkan investasinya dari Indonesia.

Nilai tukar rupiah ini merupakan yang terparah koreksinya dalam 3 tahun terakhir. Dolar AS pernah hinggap di Rp 12.400 pada tahun 2008 tepatnya di 25 November 2008 lalu.

Seiring perkembangan ekonomi yang kuat dan inflasi yang terkendali, rupiah mampu menguat terhadap dolar dan berada di level Rp 8.900-an di 2010.

Adapun dolar mampu menguat hingga level di Rp 8.400 pada tahun 2011 atau tepatnya Rp 8.455 di Agustus 2011.

Namun memasuki tahun 2012, dolar yang berada di level Rp 9.000-an di awal tahun harus ditutup lebih tinggi hingga Rp 9.700 di akhir 2012 lalu.

Akhirnya, dolar yang dibuka Rp 9.600-an di awal tahun 2013 kemarin menguat hingga Rp 10.900.

Buka 2014 rupiah masih terpuruk

Membuka perdagangan awal tahun 2014, rupiah diperdagangkan semakin murah terhadap dolar AS. Dolar AS mampu menembus level Rp 12.250 yang merupakan level tertingginya sejak Januari 2009.

Nilai rupiah ini melemah cukup dalam sejak tahun 2009. Kala itu dolar AS di tahun 2009 tercatat diperdagangkan paling tinggi di Rp 12.020 dan terus melemah terhadap rupiah hingga Rp 8.400 di 2011.

Buka 2014 rupiah masih terpuruk

Membuka perdagangan awal tahun 2014, rupiah diperdagangkan semakin murah terhadap dolar AS. Dolar AS mampu menembus level Rp 12.250 yang merupakan level tertingginya sejak Januari 2009.

Nilai rupiah ini melemah cukup dalam sejak tahun 2009. Kala itu dolar AS di tahun 2009 tercatat diperdagangkan paling tinggi di Rp 12.020 dan terus melemah terhadap rupiah hingga Rp 8.400 di 2011.

Defisit NPI mulai berkurang

Hampir dua bulan berjalan di 2013, defisit NPI Indonesia mulai berkurang bahkan surplu di triwulan III-2013. Secara perlahan dana asing pun secara perlahan mulai masuk lagi ke dalam negeri.

Rupiah mulai unjuk gigi pada perdagangan Kamis 13 Februari 2014. Untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir dolar AS akhirnya bisa tinggalkan Rp 12.000. Pada hari itu dolar AS melemah ke level Rp 11.970.

Defisit NPI mulai berkurang

Hampir dua bulan berjalan di 2013, defisit NPI Indonesia mulai berkurang bahkan surplu di triwulan III-2013. Secara perlahan dana asing pun secara perlahan mulai masuk lagi ke dalam negeri.

Rupiah mulai unjuk gigi pada perdagangan Kamis 13 Februari 2014. Untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir dolar AS akhirnya bisa tinggalkan Rp 12.000. Pada hari itu dolar AS melemah ke level Rp 11.970.

Rupiah terus menguat dua hari ke depan

Sejak tinggalkan level Rp 12.000 di perdagangan Kamis itu dolar terus melemah dalam dua perdagangan ke depan. Dolar AS terus-terusan melemah dan ditutup di kisaran Rp 11.000.

Bahkan akhir pekan lalu itu Rupiah dan won Korea Selatan (Korsel) memimpin penguatan mata uang di Asia. Rupiah menguat berkat current-account deficit (ACD) Indonesia berkurang menjadi 1,98% dari PDB.

Ini jadi pekan kedua dolar AS keok di hadapan mata uang negara-negara Asia. Dolar mengalami pelemahan setelah adanya data ekonomi AS yang memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Data perdagangan ritel AS di Januari jatuh ke titik terendahnya di sejak Juni 2012, sedangkan data pencari kerja di AS pekan lalu malah bertambah.

Rupiah terus menguat dua hari ke depan

Sejak tinggalkan level Rp 12.000 di perdagangan Kamis itu dolar terus melemah dalam dua perdagangan ke depan. Dolar AS terus-terusan melemah dan ditutup di kisaran Rp 11.000.

Bahkan akhir pekan lalu itu Rupiah dan won Korea Selatan (Korsel) memimpin penguatan mata uang di Asia. Rupiah menguat berkat current-account deficit (ACD) Indonesia berkurang menjadi 1,98% dari PDB.

Ini jadi pekan kedua dolar AS keok di hadapan mata uang negara-negara Asia. Dolar mengalami pelemahan setelah adanya data ekonomi AS yang memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Data perdagangan ritel AS di Januari jatuh ke titik terendahnya di sejak Juni 2012, sedangkan data pencari kerja di AS pekan lalu malah bertambah.

Dolar sempat Sentuh Rp 11.500

Pada perdagangan kemarin Dolar AS sempat jatuh hingga ke kisaran Rp 11.500. Dolar AS ditutup di posisi Rp 11.720, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.830.

Siang tadi dolar AS sempat menyentuh titik terendahnya di Rp 11.565, sebelum menguat kembali sebelum penutupan perdagangan kemarin.

Dolar sempat Sentuh Rp 11.500

Pada perdagangan kemarin Dolar AS sempat jatuh hingga ke kisaran Rp 11.500. Dolar AS ditutup di posisi Rp 11.720, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.830.

Siang tadi dolar AS sempat menyentuh titik terendahnya di Rp 11.565, sebelum menguat kembali sebelum penutupan perdagangan kemarin.

Rupiah menang lawan yen, euro, dan poundsterling

Dolar AS kemarin keok oleh keperkasaan rupiah. Ternyata tak hanya dolar AS saja yang terkapar tapi juga mata uang lain yang utama di dunia. Rupiah juga menang lawan yen Jepang, poundsterling Inggris, dan euro.

Rupiah naik 0,60% terhadap yen Jepang hari ini dan berada di kisaran Rp 115,34. Sedangkan terhadap euro, rupiah naik 0,54% ke kisaran Rp 16.100.

Rupiah juga menguat terhadap poundsterling, penguatannya sebanyak 0,10% ke level Rp 19.756.

Rupiah menang lawan yen, euro, dan poundsterling

Dolar AS kemarin keok oleh keperkasaan rupiah. Ternyata tak hanya dolar AS saja yang terkapar tapi juga mata uang lain yang utama di dunia. Rupiah juga menang lawan yen Jepang, poundsterling Inggris, dan euro.

Rupiah naik 0,60% terhadap yen Jepang hari ini dan berada di kisaran Rp 115,34. Sedangkan terhadap euro, rupiah naik 0,54% ke kisaran Rp 16.100.

Rupiah juga menguat terhadap poundsterling, penguatannya sebanyak 0,10% ke level Rp 19.756.
Halaman 2 dari 14
(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads