Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 11.750 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.735 per dolar AS.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 6,624 poin (0,14%) ke level 4.652,777. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 1,718 poin (0,22%) ke level 786,614.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi beli masih dikuasai investor asing yang sejak dua pekan terakhir ini terus-terusan berburu saham. Indeks pun secara perlahan menanjak di zona hijau.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melaju 14,751 poin (0,32%) ke level 4.660,904. Sementara Indeks LQ45 naik 2,775 poin (0,35%) ke level 787,667.
Akhir pekan lalu IHSG menguat 47 poin berkat ramainya aksi beli. Dana asing yang masuk kali ini mencapai Rp 600 miliar, mendorong rupiah juga ikut menguat.
Sedangkan Wall Street menutup akhir pekan di zona merah. Indeks S&P 500 nyaris cetak rekor tertinggi sebelum akhirnya ditutup melemah gara-gara dihantam data ekonomi AS.
Bursa-bursa di Asia bergerak variatif setelah penguatannya pekan lalu. Sentimen mixed dari Wall Street membuat pelaku pasar ragu bertransaksi dalam jumlah besar.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:
Indeks Komposit Shanghai anjlok 27,67 poin (1,31%) ke level 2.086,02.
Indeks Hang Seng melemah 179,84 poin (0,80%) ke level 22.388,40.
Indeks Nikkei 225 naik 69,10 poin (0,46%) ke level 14.934,77.
Indeks Straits Times menguat 8,02 poin (0,26%) ke level 3.107,95.
(ang/ang)











































