"Penjualan SMS konsisten dengan fokus Adaro untuk menjaga neraca keuangan yang solid serta sejalan dengan tujuan jangka panjang Adaro menciptakan nilai maksimum yang berkelanjutan dari batu bara Indonesia," kata Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir, dalam keterangan tertulis, Senin (25/2/2014).
Seluruh saham yang dilepas sebanyak 360.500 lembar atau sekitar 35% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dijual kepada dua pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, piutang ATA senilai US$ 16,67 juta dan Rp 499,20 miliar turut dialihkan dan atau dilunasi. Transaksi-transaksi tersebut dilakukan ATA dengan pihak-pihak yang merupakan afiliasi dari Titan Group dan Trafigura Pte. Ltd.
"Walaupun telah mendivestasikan seluruh kepemilikan sahamnya di SMS, Adaro tetap mempunyai hak untuk menggunakan jalan khusus tambang batubara yang dimiliki oleh PT Servo Lintas Raya, dan juga fasilitas pelabuhan yang dioperasikan oleh PT Swarnadwipa Dermaga Jaya, yang mana kedua perusahaan tersebut dikendalikan oleh SMS," ujarnya.
Ia menambahkan, hak ini akan dituangkan dalam perjanjian khusus setelah jalan khusus tambang batu bara dan fasilitas pelabuhan beroperasi secara komersial. Hak tersebut dapat digunakan sepanjang dan sampai dengan berakhirnya izin-izin pertambangan yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan afiliasi dari ATA yang menggunakan hak tersebut.
"Adaro percaya bahwa dibawah kepemilikan pemegang saham baru, SMS akan tetap beroperasi dengan baik, serta berkontribusi untuk masyarakat sekitar," jelasnya.
SMS menyediakan pelayanan logistik batubara yang terintegrasi di Sumatera Selatan. SMS diakuisisi Adaro pada Oktober 2011 senilai Rp 200 miliar.
(ang/ang)











































