IHSG Lanjutkan Koreksi

Rekomendasi Saham

IHSG Lanjutkan Koreksi

- detikFinance
Rabu, 26 Feb 2014 08:52 WIB
IHSG Lanjutkan Koreksi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok 46 poin gara-gara aksi ambil untung. Investor asing mulai lakukan aksi tunggu, investor domestik getol jual saham.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (24/2/2014), IHSG ditutup anjlok 46,283 poin (1,00%) ke level 4.577,291. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 11,488 poin (1,47%) ke level 768,210.

Semalam Wall Street berakhir negatif terseret koreksi saham-saham finansial. Indeks S&P 500 semakin menjauh dari posisi rekor tertingginya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melema 27,48 poin (0,17%) ke level 16.179,66. Indeks S&P 500 menipis ke level 2,49 poin (0,13%) ke level 1.845,12. Indeks Komposit Nasdaq berkurang ke level 5,38 poin (0,13%) ke level 4.287,587.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan terkena koreksi, apalagi bursa global dan regional tidak memberi sentimen positif. Investor lokal diprediksi kembali lakukan aksi jual.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 53,05 poin (0,35%) di posisi 14.998,55.
  • Indeks Straits Times turun 13,61 poin (0,44%) ke level 3.090,01.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
Aksi ambil untung kembali berlanjut pada perdagangan kemarin. IHSG gagal bertahan di atas level 4600 setelah pelaku pasar kehilangan insentif positif menyusul kekhawatiran perkembangan ekonomi China. IHSG kemarin ditutup terkoreksi 46,283 poin (1%) di 4577,291. Saham perbankan, infrastruktur, dan pertambangan banyak dilepas pelaku pasar. Resiko pasar emerging market meningkat setelah perbankan China menunda pengucuran kredit ke sektor properti sehingga mempengaruhi kekhawatiran memburuknya pertumbuhan bisnis properti di negara tersebut.

Indeks Shanghai anjlok 2% dan Hang Seng Hongkong turun 0,32%. Memburuknya perkembangan kredit di China ditandai dengan anjloknya nilai Yuan 0,5%, terburuk sejak Oktober 2011, dan turunnya harga rumah baru di China, pertama kali dalam empat belas bulan terakhir. Sementara Wall Street tadi malam koreksi terbatas. Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 0,17% dan 0,13% ditutup di 16179,66 dan 1845,12.

Pelaku pasar menahan pembelian menyusul data ekonomi AS yang kurang menggembirakan sehingga menimbulkan keraguan prospek pemulihan ekonomi negara tersebut. Indeks kepercayaan konsumen Februari turun ke 78,1 dibandingkan Januari 79,4 dan di bawah ekspektasi sebelumnya 80,2. Sebelumnya data perumahan dan belanja ritel yang keluar juga melemah. Data ekonomi AS yang kurang menggembirakan tersebut telah mengangkat harga emas sepanjang tahun ini hingga kemarin di USD1340.90/t.oz.

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah menyusul kondisi global yang kurang kondusif dan masih berlanjutnya aksi ambil untung pemodal. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4550 dan resisten di 4610.

Trust Securities
Tampaknya laju IHSG sesuai dengan perkiraan kami dimana sebelumnya kami tuliskan mulai munculnya candle merah bisa saja memberikan pengaruh negatif sehingga akan dimanfaatkan kembali untuk profit taking dan waspada akan berlanjutnya potensi downreversal. Nyatanya laju IHSG mengalami koreksi lanjutan meski sempat diiringi dengan positifnya laju bursa saham Asia sebelum akhirnya kembali melemah. Di sisi lain, sentimen dari penguatan Rupiah belum dapat mengimbangi derasnya aksi angkat jemuran tersebut. Apalagi jemuran yang diangkat ialah lebih banyak dari saham-saham Big cap sehingga laju IHSG pun akhirnya melanjutkan posisinya di zona merah berbarengan dengan pembukaan pasar saham Eropa yang melemah dan mulai berkurangnya nett buy asing. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4643,11 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4567,87 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4577,29. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Rabu (26/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4556-4561 dan resistance 4613-4656. Berpola menyerupai three inside down menuju middle bollinger bands (MBB). MACD cenderung turun dengan histogram positif yang turun. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung downreversal. IHSG sempat dan berakhir berada di bawah kisaran support (4610-4615) dan juga sempat di kisaran resisten (4642-4670) yang menunjukkan laju IHSG cenderung melemah sekaligus telah melunasi utang gap 4598-4613. Berlanjutnya candle merah bisa saja memicu aksi angkat jemuran lanjutan. Waspada berlanjutnyapotensi downreversal.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads