IHSG Diprediksi Masih Melemah

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Masih Melemah

- detikFinance
Kamis, 27 Feb 2014 08:41 WIB
IHSG Diprediksi Masih Melemah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh 44 poin setelah terkena aksi ambil untung. Investor asing yang sampai kemarin berburu saham kini perlahan-lahan mulai melepas sahamnya.

Menutup perdagangan, Rabu (26/2/2014), IHSG jatuh 44,571 poin (0,97%) ke level 4.532,720. Sementara Indeks LQ45 anjlok 9,402 poin (1,22%) ke level 758,808.

Semalam Wall Street berakhir datar menyusul keragu-raguan investor dalam bertransaksi menjelang pidato Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen. Saham-saham ritel masih mampu menguat.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 18,75 poin (0,12%) ke level 16.198,41. Indeks S&P 500 naik tipis 0,04 poin ke level 1.845,16. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 4,477 poin (0,10%) ke level 4.292,064.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan terkena koreksi melihat posisi indeks yang masih jenuh beli. Investor domestik diprediksi lakukan aksi jual lagi, sama halnya dengan investor asing.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 57,45 poin (0,38%) ke level 14.913,52.
  • Indeks Straits Times naik 5,87 poin (0,19%) ke level 3.094,12.  

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS bergerak datar, menyusul rilis beberapa data ekonomi, seperti melemahnya penciptaan lapangan kerja, merosotnya data manufaktur dan turunnya indeks kepercayaan konsumen. Dini hari tadi, indeks Dow Jones menguat tipis +0,12%, sementara indeks S&P 500 bahkan hanya naik +0,01%. Di sisi lain, indeks saham di berbagai negara Asia pagi ini dibuka terkoreksi. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun -0,63%, sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,19%. Pada pasar komoditas, harga minyak mentah WTI Crude Oil melemah -0,97% ke level US$101,83 per barel. Bertolak belakang dengan harga minyak, kontrak berjangka emas Comex terapresiasi +0,35% ke posisi US$1.343 per troy ounce. Dari dalam negeri, aksi ambil untung kemungkinan masih akan berlanjut, seiring sentimen negatif dari rilis data ekonomi AS. Investor cenderung wait and see dan menanti sentimen positif lanjutan, meskipun nilai tukar rupiah dan rilis laporan keuangan perusahaan tercatat (emiten) mayoritas menggembirakan.

Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, berlanjutnya koreksi IHSG sempat menguji kisaran gap sebagai area support, meski kemudian ditutup di atasnya serta gagal menutup gap-nya. Dengan peningkatan pada volume maupun value dalam 3 hari terakhir, dikhawatirkan tekanan pada IHSG masih berlanjut seiring tingginya aksi jual.

Indeks diperkirakan akan kembali bergerak mixed menuju support 4.512. Closing di bawahnya, berpotensi kembali membawa IHSG running di bawah 4.500.

Trust Securities
Sesuai dengan ulasan sebelumnya dimana laju IHSG cenderung meneruskan aksi angkat jemurannya. Saham-saham big caps masih menjadi incaran terjadinya aksi profit taking. Padahal laju bursa saham Asia mulai bergerak rebound meski terbatas. Posisi IHSG setelah utang gap 4598-4613 terlunasi masih cenderung melemah karena masih tingginya hasrat untuk jualan dan kemungkinan akan menuju utang gap berikutnya di level 4512-4524. Di sisi lain, aksi beli asing yang mulai menunjukkan penurunan beberapa hari terakhir kian berlanjut dan akhirnya nett sell yang memperparah pelemahan. Beberapa rilis kinerja keuangan emiten yang kami rasa masih inline dengan pasar seolah tidak mampu mengimbangi hasrat untuk angkat jemuran tersebut. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4665,27 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4622,93 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4623,57. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pada perdagangan Kamis (27/2) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4500-4525 dan resisten 4550-4578. MACD turut berbalik turun dengan didukung histogram yang semakin memendek RSI, Stochastic, dan William’s %R menunjukkan pola downtrend. Kecenderungan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahannya namun, kami berharap dapat terbatas agar pola IHSG tidak berubah menjadi mid-term downtrend. Berlanjutnya candle merah masih memicu aksi angkat jemuran lanjutan. Waspada berlanjutnya potensi downreversal namun, perhatikan juga volume pasar jika (mungkin) terjadi rebound sehingga jemuran dapat kembali dipasang.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads