Mengakhiri perdagangan, Kamis (27/2/2014), IHSG ditutup menanjak 36,220 poin (0,80%) ke level 4.568.950. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 6,427 poin (0,85%) ke level 765,235.
Indeks S&P 500 di pasar saham Wall Street berhasil cetak rekor tertinggi menyusul Pidato Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen mengenai imbas cuaca buruk terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan bisa lanjutkan penguatan dibantu oleh penguatan Wall Street di mana Indeks S&P 500 berhasil cetak rekor tertinggi. Kinerja emiten yang positif juga bisa memicu aksi beli.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 4,97 poin (0,03%) ke level 14,918.14.
- Indeks Straits Times naik 4.23 poin 0,14%) ke level 3.100,97.
Rekomendasi untuk perdagangan saham pagi hari ini:
Semesta Indovest
Bursa AS ditutup menguat pada perdagangan Kamis dengan indeks Dow Jones naik 74,24 poin atau 0,46%, S&P 500 naik 0,49%, dan Nasdaq naik 0,63%. Penguatan indeks ditopang oleh komentar Janet Yellen yang mengatakan akan melanjutkan program tapering karena pelemahan kegiatan bisnis belakangan ini dipercaya akibat cuaca buruk, sehingga ketika cuaca membaki ekonomipun akan kembali pulih. Saham telco dan teknologi memimpin penguatan indeks.
Bursa eropa mayoritas ditutup melemah terimbas ketegangan yang terjadi di Ukraina. Sementara itu turunnya saham Royal bank of Scotland sebesar 8% turut menjadi sentiment negative. Indeks FTSE positif0,16%, CAC turun 0,01%, DAX turun 0,76%.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan kembali bergerak positif ditopang oleh kembali menguatnya minat beli investor. Indeks EIDO naik 2,72%. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain ASII, BBNI, LSIP, PWON, ADHI.
First Asia Capital
Setelah terkoreksi dalam tiga sesi perdagangan terakhir, kemarin IHSG berhasil rebound menguat 36,220 (0,8%) di 4568,940. Asing kembali mencatatkan nilai pembelian bersih hampir Rp152 miliar. Aksi beli melanda seluruh saham sektoral terutama saham-saham yang bergerak di perkebunan, otomotif, tambang, properti dan semen. Penguatan indeks kemarin terutama dipicu katalis sentimen invidual emiten seperti rilis laba 2013 dan rencana aksi korporasi lainnya seperti pembagian dividen.
Sedangkan sentimen kawasan Asia bergerak bervariasi. Indeks Hang Seng Hongkong menguat 1,7% dam Nikkei melemah 0,32%. Sementara Wall Street tadi malam melanjutkan rally. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,46% dan 0,49% ditutup di 16272,65 dan 1854,29. Pasar menyambut positif komentar Janet Yellen, gubernur The Fed, yang mengindikasikan The Fed akan mengurangi atau menghentikan pengurangan stimulusnya (QE3) untuk sementara, apabila dibutuhkan, menyusul perkembangan ekonomi AS akhir-akhir ini yang kurang menggembirakan. Pekan kemarin angka jobless claims di AS meningkat hingga 348 ribu di atas perkiraan pasar sebanyak 333 ribu. Namun angka durable good orders di AS Januari naik 1,1% di atas perkiraan ekonom sebelumnya turun 0,1%.
Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya menyusul kondusifnya perkembangan pasar saham global dan sentimen indiviual emiten terutama mengantisipasi rilis laba 2013 sejumlah emiten sektoral. Penguatan rupiah atas dolar AS yang berlanjut juga memberikan faktor positif di pasar. IHSG akan bergerak dengan support di 4540 dan resisten di 4610.
(ang/ang)











































