Saat membuka rapat terbatas ekonomi di kantornya, SBY mengatakan, di saat situasi ekonomi dunia kurang baik, namun defisit neraca perdagangan menunjukkan tren perbaikan, demikian juga dengan nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG).
"Bahkan 1 bulan terakhir ini nilai tukar rupiah menguat signifikan. Pernah beberapa bulan lalu nilai tukar rupiah per 1 dolar AS, hampir Rp 13 ribu. Sekarang sekitar Rp 11.500. Kita berharap ada ekuilibrium yang tepat dan yang penting stabil, dengan demikian akan lebih mudah aktivitas ekonomi secara menyeluruh," tutur SBY, Senin (10/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, pemerintah yang saat ini mulai merancang anggaran atau APBN untuk 2015, harus memasukkan perkiraan tentang kondisi ekonomi global dan regional dalam perhitungannya.
(dnl/ang)











































