Pasca Divestasi Lanjutan, Saham Bank Permata Anjlok
Rabu, 08 Des 2004 10:51 WIB
Jakarta - Pasca pelaksanaan divestasi lanjutan 20 persen saham pemerintah di PT Bank Permata Tbk, saham yang berkode BNLI itu mengalami penurunanan yang cukup tajam pada pembukaan perdagangan saham di BEJ pada hari ini. Saham Bank Permata hingga pukul 10.30 waktu Jakarta Automatic Trading System (JATS) turun Rp 350 menjadi Rp 825.Saham Bank Permata mulai sesi I perdagangan Rabu (8/12/2004), sudah bisa diperdagangkan kembali setelah BEJ mencabut suspensi perdagangannya mulai sesi I hari ini. Suspensi yang dilakukan BEJ terhadap Bank Permata pada Selasa (7/12) lalu, terkait dengan rencana pelaksanaan market placement 20 persen bp yang dikawatirkan dapat menimbulkan gejolak harga."Sehubungan dengan telah selesainya proses dan hasil book building dalam rangka divestasi saham minoritas PPA di Bank Permata, BEJ memutuskan untuk mencabut suspensi saham bank permata di seluruh pasar mulai sesi I hari ini," kata Kadiv Pencatatan Sektor Jasa BEJ, Wan Wei Yiong.Berdasarkan hasil book building yang dilaporkan PPA, saham Bank Permata yang dilepas sebanyak 20 persen atau 1.548.625.000 saham. Pemerintah mendapatkan penerimaan kotor sebesar Rp 1,161 triliun atau pada harga Rp 750 per saham.Dengan dilakukannya divestasi ini maka kepemilikasn saham pemerintah di Bank Permata berkurang dari 46,17 persen menjadi 20,17 persen. Meski harga divestasi lanjutan saham Bank Permata lebih tinggi dari pada divestasi 51 persen saham Bank Permata yang di harga Rp 705 per saham, hal itu tidak memberikan sentimen positif terhadap pasar.Kondisi yang terjadi investor banyak yang melepas saham Bank Permata hingga saham tersebut turun Rp 350 menjadi Rp 825. Malahan investor banyak yang menawarkan harga sahamnya (offer) di harga Rp 825.Anjloknya saham Bank Permata itu diperkirakan karena harga yang dibentuk dalam divestasi lanjutan lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar. Sehingga di sisi lain, minat investor untuk membeli saham Bank Permata sudah berkurang seiring dengan stagnan-nya IHSG.Sementara itu pada pukul 10.37 waktu JATS, IHSG berada di posisi 986.975 atau naik 0,565 poin.
(djo/)











































