Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.425 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.380 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 26,547 poin (0,56%) ke level 4.677,877 gara-gara aksi ambil untung yang dilakukan investor asing. Dana asing mengalir keluar membuat rupiah ikut melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 15,824 poin (0,34%) ke level 4.688,390 terpaksa lengser dari level 4.700. Investor asing kembali lakukan aksi lepas saham.
Hampir seluruh indeks sektoral terkena koreksi dan 'kebakaran'. Tiga sektor masih bisa menguat, yaitu konstruksi,manufaktur, dan infrastruktur. Aksi jual ini menyasar seluruh lapisan saham, termasuk saham-saham lapis dua.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (12/3/2014), IHSG turun 19,829 poin (0,42%) ke level 4.684,385. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,051 poin (0,51%) ke level 784,912.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 129,82 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan siang hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 239.036 kali pada volume 5,722 miliar lembar saham senilai Rp 5,993 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 205 saham turun, dan 78 saham stagnan.
Koreksi yang terjadi di bursa global memberi sentimen negatif terhadap pasar dalam negeri. Penguatan yen terhadap dolar menghajar bursa saham Jepang.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 3,47 poin (0,17%) ke level 1.997,69.
- Indeks Hang Seng anjlok 367,66 poin (1,65%) ke level 21.901,95.
- Indeks Nikkei 225 terjun 393,72 poin (2,59%) ke level 14.830,39.
- Indeks Straits Times melemah 28,71 poin 0,92%) ke level 3.100,69.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Century Textile (CNTX) naik Rp 850 ke Rp 7.400, Unilever (UNVR) naik Rp 525 ke Rp 29.000, Danayasa (SCBD) naik Rp 425 ke Rp 3.100, dan Sarana Tunas (SUPR) naik Rp 275 ke Rp 7.525.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 24.600, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,07 juta, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 22.200, dan Saratoga (SRTG) turun Rp 400 ke Rp 4.050.
(ang/dru)











































