Tahun 2005, Investasi di Jateng Diperkirakan Sentuh Rp 3,5 T
Rabu, 08 Des 2004 18:06 WIB
Jakarta - Karena dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan, BPM (Badan Penanaman Modal) Jawa Tengah (Jateng) memperkirakan investasi di daerahnya bakal meningkat. Tahun 2005 investasi di Jateng diduga mencapai angka Rp 3,5 triliun.Kepala BPM Jateng, Yeru Salimianto, mengatakan target itu sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, BPM menargetkan mendapatkan Rp 2,2 triliun - Rp 2,9 triliun. Dari jumlah itu, realisasinya jauh melebihi target yakni, Rp 5,6 triliun."Karena itulah, kami yakin target Rp 3,5 triliun pada tahun 2005 ini pun akan terlampaui. Pasalnya hingga akhir tahun ini sudah ada beberapa investor yang sudah memastikan akan membuka usaha," katanya kepada detikcom di kantornya, Jl. Sugiopranoto, Semarang, Rabu (08/12/2004).Yeru menjelaskan, sebagian besar investor tertarik membuka usaha tekstil dan kayu. Usaha-usaha itu tersebar di Solo, Cilacap, Jepara, Pekalongan, Tegal, dam Kudus. Tahun depan, investasi pada bidang inilah yang diperkirakan juga bakal mendongkrak pendapatan.Yeru mengakui, sebagian besar investor berasal dari dalam negeri atau PMDN. Sedangkan investor asing atau PMA masih minim. "Sepertinya mereka (PMA) memang belum begitu berminat berinvestasi di Jateng. Bisa karena faktor saja," katanya datar.Saat ini, lanjut Yeru, yang dapat diandalkan dari Jateng hanyalah rendahnya upah minimum buruh dan tingkat. Selain itu, iklim hubungan kerja di Jateng yang lebih familiar. Hal-hal itu menjadi daya tarik bagi investor."Beberapa waktu lalu kami juga sudah menggelar pameran investasi. Tujuannya sederhana, mengenalkan Jateng pada investor. Kami berharap mereka berinvestasi setelah memahami peta," paparnya.Selain itu, kata Yeru, pihaknya bercita-cita membangun Kawasan Industri Terpadu seluas 400 hektar. Di kawasan itu, seluruh investasi akan dipermudah mulai dari perijinan sampai pungutan-pungutan. Dengan demikian, investor dapat berusaha dengan nyaman.Untuk mewujudkan cita-cita itu, BPM telah melakukan negosiasi dengan investor asing yakni dari Guang Zhou Cina. "Mereka sudah mengontak kami. Kami berharap mereka bisa mulai secara bertahap. Tidak perlu langsung 400 hektar, tapi 100 hektar dulu lah," terangnya.Sekedar diketahui, nilai investasi di Jateng pada tahun 2001 tercatat Rp 3,6 triliun, tahun 2003 turun menjadi Rp 2,3 triliun, dan tahun 2003 naik lagi menjadi Rp 4,2 triliun. Pada semester satu tahun 2004 nilai investasinya mencapai Rp 5,6 triliun.
(djo/)











































