Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memberi efek positif terhadap pergerakan pasar setelah maju jadi capres di Pemilu 2014. Berikut ini tampilannya di grafik.
Seperti terlihat dalam grafik di atas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di zona merah dengan melemah 32,351 poin. Sentimen negatif marak beredar sejak pagi tadi, yaitu ketegangan di Ukraina dan ekonomi China yang melambat.
Sentimen ini juga merambat ke nilai tukar rupiah yang juga melemah ke posisi Rp 11.400 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.375 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara mengejutkan Jokowi mengumumkan sudah diberi mandat oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju jadi Calon Presiden RI di Pemilu 2014.
Tak lama kemudian, pasar mulai balik arah positif setelah pengumuman itu. IHSG berbalik ke zona hijau dan terus menanjak ke titik tertingginya tahun ini di level 4.878,643.
Hal yang sama juga terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Saking kuatnya rupiah, dolar AS pun langsung anjlok hingga ke Rp 11.305 padahal siang tadi sempat mencapai Rp 11.440.
"Pasar menyukai Jokowi karena dinilai mempunyai rekam jejak yang bersih, pro-rakyat, dan tegas," ujar Analis Panin Sekuritas Purwoko dalam keterangan yang diterima detikFinance, Jumat (14/3/2014).
(ang/dnl)











































