"Pada perdagangan awal pekan nanti kami memperkirakan euforia Jokowi Effect masih akan berlanjut," kata Analis Panin Sekuritas Purwoko dalam keterangan yang diterima detikFinance, Jumat (14/3/2014).
Jokowi Effect mulai mempengaruhi pasar setelah Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo itu mengumumkan siap maju jadi calon presiden (capres) di Pemilu 2014 mendatang. Jokowi mengaku sudah diberi mandat oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan sebesar 3,23% ini terjadi di tengah melemahnya bursa regional akibat sentiment China dan Ukraina. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi satu-satunya pasar saham yang menguat di Asia.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga tak mau ketinggalan. Dolar AS yang pagi tadi masih perkasa sore ini langsung melemah sampai ke titik terendahnya di level Rp 11.225 per dolar AS. Kenapa pasar merespon positif kabar dari Jokowi ini?
"Pasar menyukai Jokowi karena dinilai mempunyai rekam jejak yang bersih, pro-rakyat, dan tegas," ujarnya.
(ang/dnl)











































