"Investasi di perusahaan China itu sekitar 70-80% dair total portofolio investasi asing kami," kata Ivan Streshinskiy, kepala perusahaan manajemen aset Usmanov, USM Advisors LLC, dalam wawancara di Moskow seperti dikutip StreetInsider, Selasa (18/3/2014).
"Alibaba, JD.com dan beberapa perusahaan lain yang potensial kami masuk," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, Streshinskiy menambahkan, Usmanov juga mulai mengurangi kepemilikan sahamnya di Facebook.
"Kami berharap investasi kami di perusahaan internet China bisa memberikan keuntungan yang lebih baik ketimbang di perusahaan Amerika," katanya.
Nilai perusahaan Alibaba diperkirakan mencapai US$ 153 miliar (Rp 1.530 triliun) setelah bulan lalu melaporkan omzet yang naik cukup tinggi.
Perusahaan yang bermarkas di Hangzhou ini juga sedang mempersiapkan rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) di bursa AS.
Aksi korporasi jual saham itu diperkirakan menjadi IPO terbesar kedua setelah Facebook. Sementara peritel online asal China, JD.com akan IPO di triwulan kedua dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 20 miliar (Rp 200 triliun).
(ang/dnl)











































