Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 2,350 poin (0,05%) ke level 4.878,538 didorong sentimen positif penguatan bursa-bursa Asia. Aksi beli investor asing masih berlanjut.
Saham-saham yang kemarin sudah kena koreksi akibat aksi ambil untung kini mulai diburu kembali. Aksi jual masih dilakukan investor domestik sehingga menghambat penguatan indeks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (17/2/2014), IHSG anjlok 44,476 poin (0,91%) ke level 4.831,712. Sementara Indeks LQ45 jatuh 11,197 poin (1,35%) ke level 817,243.
Hanya dua sektor yang masih bisa bertahan positif, yaitu indeks sektor agrikultur dan pertambangan. Delapan sektor lainnya kena koreksi dan masuk teritori negatif.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.496 kali pada volume 3,135 miliar lembar saham senilai Rp 4,098 triliun. Sebanyak 108 saham naik, 168 saham turun, dan 72 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia rata-rata masih bergerak positif berkat sentimen meredanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina di Crimea. Bursa Singapura menemani Indonesia di zona merah.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 5,99 poin (0,30%) ke level 2.029,66.
- Indeks Hang Seng menguat 103,15 poin (0,48%) ke level 21.577,10.
- Indeks Nikkei 225 melonjak 206,84 poin (1,45%) ke level 14.484,51.
- Indeks Straits Times menipis 1,72 poin (0,06%) ke level 3.090,42.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.600 ke Rp 28.600, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 575 ke Rp 15.925, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 47.725, dan Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 24.000.
(ang/dnl)











































