Syarat Melantai di Bursa Ribet, Pengusaha Malas Go Public

Syarat Melantai di Bursa Ribet, Pengusaha Malas Go Public

- detikFinance
Selasa, 18 Mar 2014 17:05 WIB
Syarat Melantai di Bursa Ribet, Pengusaha Malas Go Public
Jakarta - Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengaku masih kesulitan untuk bisa membawa perusahaan-perusahaan melantai di bursa saham atau go public.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto mengaku, dari seluruh anggota Kadin yang berjumlah sekitar 10 ribu, ada sedikitnya 50 perusahaan yang punya potensi untuk bisa menjadi perusahaan publik. Namun, persepsi soal sulitnya masuk bursa menjadi hambatan perusahaan masuk pasar modal.

"Potensi seharusnya 50 perusahaan ada ya siap, kita perlu lebih intensif untuk persiapan-persiapan kerjasama dengan bursa efek agar ada kesan nggak sulit, persepsi masuk pasar modal itu sulit, harus untung berturut-turut dalam berapa tahun dan harus cukup modal," ujar Suryo saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain soal teknis yang dinilai 'ribet', Suryo mengatakan, otoritas perlu mengusulkan untuk pemberian insentif kepada para perusahaan yang ingin melakukan go public.

"Para pengusaha juga minta ada kebijakan, apakah ada insentif khusus untuk perusahaan yang mau go public, apakah fiskal atau moneter mungkin kebijakan pajak yang bisa dimanfaatkan untuk emiten. Ini penambahan daya tarik," ujar dia.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Asosiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya Rama Datau. Dia mengungkapkan, banyak pengusaha kelas menengah kecil belum paham soal aturan teknis menjadi perusahaan terbuka padahal banyak potensi perusahaan UMKM masuk ke pasar modal.

"Pengusaha UKM banyak yang belum mengerti bagaimana mencari permodalan di pasar modal padahal dari mereka banyak yang potensial.
Anggota kita ada sekitar 3000-an," kata dia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menanggapi hal ini. Menurutnya, perlu peningkatan sosialisasi terkait persyaratan menjadi perusahaan terbuka.

"Kita harus konsisten melakukan sosialisasi agar persepsi masuk pasar modal rumit, njlimet, susah itu harus diubah secepatnya. Untuk itu inisiatif mempermudah proses kalau masuk pasar modal," pungkasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads