Padahal harga saat penawaran adalah sebesar 900 yen (Rp 90.000). Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/3/2014), sahamnya menyentuh titik terendah itu sekitar setengah jam setelah pembukaan perdagangan.
Supplier utama Apple Inc. ini meraup dana hingga US$ 3,2 miliar (Rp 32 triliun) dalam aksi korporasi ini. Ini merupakan IPO terbesar kedua di Jepang setelah tahun lalu produsen makanan dan minuman Suntory dengan nilai US$ 3,9 miliar di 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merger ini dilakukan demi melawan kompetisi di industri layar ponsel dan tablet dengan pesaing dari Korea Selatan dan Taiwan.
Innovation Network Corp. of Japan, yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Jepang, menguasai 70% saham perusahaan hasil merger tersebut. Sedangkan tiga raksasa elektronik itu masing-masing pegang 10%.
Sepertiga dari omzet Japan Display berasal dari kerjasama dengan Apple, sementara sisanya dari hasil memasok layar ke Samsung dan Microsoft.
(ang/ang)











































