Bank sentral AS itu tida memperhitungkan tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) dalam mengukur kekuatan ekonominya. Itulah mengapa muncul pernyataan sudah waktunya suku bunga di negeri Paman Sam harus naik.
Saham-saham langsung terkena aksi jual begitu Yellen mengumumkan hal ini. Jika benar terjadi, maka ini merupakan perubahan suku bunga pertama kalinya dalam enam bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Yellen) sedikit mengguncang pasar, dan saya kira pelaku pasar benar-benar terkejut karena selama ini di bawah pimpinan Yellen, The Fed dinilai tidak terlalu agresif," ujar Peter Kenny, CEO Clearpool Group di New York, seperti dikutip Reuters, Kamis (20/3/2014).
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 114,02 poin (0,70%) ke level 16.222,17. Indeks S&P 500 berkurang 11,48 poin (0,61%) ke level 1.860,77. Indeks Komposit Nasdaq turun 25,711 poin (0,59&) ke level 4.307,602.
(ang/ang)











































