Menutup perdagangan, Rabu (18/3/2014), IHSG naik 15,845 poin (0,33%) ke level 4.821,457. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,893 poin (0,36%) ke level 815,330.
Wall Street menyambut negatif pernyataan Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen soal kemungkinan adanya kenaikan tingkat suku bunga acuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan bergerak mixed setelah kemarin berhasil rebound. Posisi IHSG masih berada di area jenuh beli.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 83,58 poin (0,58%) ke level 14.378,94.
- Indeks Straits Times turun 10,12 poin (0,33%) ke level 3.070,63.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS berbalik arah melemah, setelah The Fed mengindikasikan akan menghentikan pembelian obligasi secara masif, dan mulai menaikkan suku bunga acuan dalam enam bulan kedepan. Dini hari tadi, indeks saham Dow Jones Industrial Avg melemah sebesar -0,70% dan S&P500 turun sebesar -0,61%.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka dibuka mixed. Kenaikan pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang terapresiasi +0,57%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka melemah -0,13%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup bervariasi. Harga minyak mentah WTI terapresiasi +0,67% ke US$100,37 per barel. Sementara harga emas Comex terkoreksi -1,31% ke posisi US$1341,40 per troy ounce.
Dari dalam negeri, aliran dana asing masih menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Di sisi lain, melemah pasar saham global berpotensi memberikan sentimen negatif bagi perdagangan saham di bursa Indonesia pada hari ini.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG diperdagangkan diatas EMA 200 hari. Indeks koreksi beberapa hari dan ditutup membentuk inside bar. Pola tersebut menginformasikan reversal dalam jangka pendek. indeks masih berpotensi bergerak mixed to up hari ini dengan kenaikan terbatas. Support indeks berada di 4.812 dan resistance di 4.834.
Semesta Indovest
Bursa AS ditutup melemah tadi malam merespon komentar kepada the Fed Janet Yellen yang mengatakan bahwa the Fed dapat menaikan suku bunga enam bulan setelah program stimulus QE berakhir. Hal ini diartikan investor bahwa suku bunga akan naik pada musim semi 2015. The Fed dalam sidang dua hari lalu memutuskan untuk menahan suku bunga dan mamangkas pembelian obligasi sebesar US$ 10 milyar ke level US$ 55 milyar/ bulan. Indeks Dow Jones turun 114,02 poin atau 0,70%, S&P 500 turun 0,61%, dan nasdaq turun 0,59%.
Bursa Eropa ditutup mixed akibat wait and see menantikan hasil sidang the Fed. Sementara itu, naiknya saham-saham auto berhasil mengangkat indeks DAX sebesar 0,37%. Indeks FTSE turun 0,49%, dan CAC turun 0,12%.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan dapat bergerak melemah terimbas pelemahan busra Wallstreet tadi malam, dismaping itu sejumlah saham juga masih dalam tekanan jual. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain TINS, BWPT, AALI, MNCN, BMTR.
(ang/ang)











































