Tahun Lalu Dolar AS Mahal, Krakatau Steel Rugi Rp 140 Miliar

Tahun Lalu Dolar AS Mahal, Krakatau Steel Rugi Rp 140 Miliar

- detikFinance
Kamis, 27 Mar 2014 13:58 WIB
Tahun Lalu Dolar AS Mahal, Krakatau Steel Rugi Rp 140 Miliar
Jakarta - Krakatau Steel Tbk (KRAS) menderita rugi US$ 13,99 juta (Rp 140 miliar) di 2013. Perseroan jadi tidak bisa bagi dividen tahun ini.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar siang ini menyekapati perseroan tidak membagikan dividen (keuntungan) kepada para pemegang saham.

Direktur Utama KRAS Irvan Kamal Hakim menyebut salah sebab dividen tidak dibagikan karena masih mengalami rugi sebesar US$ 13,99 juta.

"Karena konteksnya kami masih rugi bersih kira-kira US$ 13,99 juta turun dari rugi bersih tahun lalu jadi tidak memberikan dividen tahun ini," kata Irvan usai RUPST PT KRAS di Hotel Kartika Chandra Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Kamis (27/03/2014).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan KRAS mengalami kerugian. Salah satu sebabnya adalah belum berfungsi secara optimal kinerja perusahaan.

"Sementara juga sedang melakukan banyak proyek ekspansi yang sedang berjalan dan belum selesai, sebagai baru akan selesai akhir tahun depan 2015 dan secara komplit baru akan selesai semuanya di tahun 2017. Jadi pendanaan yang diperlukan oleh korporasi ini masih sangat besar, jadi kita berharap memang sebaiknya tidak ada dulu dividen, tapi semua jadi kewenangan dari pemegang saham. Tapi tadi diputuskan dalam RUPS tidak ada pembagian dividen," tuturnya.

Dijelaskan secara detil faktor kerugian KRAS disebabkan berasal dari entitas asosiasi yaitu project konstruksi Krakatau Posco yang baru dikonstruksi tahun 2013. Pembangunan Krakatau Posco menyumbang kerugian sebesar US$ 11,4 juta dari US$ 13,99 juta. Selain itu kerugian di dapat karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Dan karena kehilangan potensi pendapatan karena melamahnya rupiah. Itu kehilangan pendapatan kira-kira hampir US$ 40 juta di tahun 2013. Dua efek ini memberikan pengaruh kepada gambaran potret keuangan kita. Belum disebabkan oleh faktor jatuhnya harga baja di dunia," jelasnya.

Sementara itu dalam hasil RUPS KRAS juga dilakukan perubahan susunan pengurus perseroan yaitu :

Dewan Komisaris
1. Komisaris Utama: Zacky Anwar
2. Komisaris: Tubagus Farich Nahril
3. Komisaris: Binsar Simanjuntak
4. Komisari: Budi Darmadi
5. Komisaris Independen: M. Imron Zubaidy
6. Komisari Independen: Achmad Sofjan Ruky

Direksi :
1. Direktur Utama: Irvan Kamal Hakim
2. Direktur Produksi: Hilam Hasyim
3. Direktur Keuangan: Sukandar
4. Direktur SDM dan Umum: Dadang Danusiri
5. Direktur Pemasaran: Yerry
6. Direktur Logistik: Imam Purwanto
7. Direktur Teknologi dan Pengembangan Usaha: Widodo Setiadharmaji


(wij/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads