Emiten yang Sahamnya Dibawah Rp 25 Diimbau Perbaiki Kinerja
Jumat, 10 Des 2004 17:41 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta menghimbau sejumlah emiten yang harga sahamnya masih dibawah Rp 25 untuk memperbaiki performance melalui sejumlah corporate action guna meningkatkan harga sahamnya hingga minimum Rp 25."Ini karena harga saham Rp 10 sudah tidak layak," tegas Dirut BEJ Erry Firmansyah dalam jumpa pers di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (10/12/2004).Erry mengungkapkan, saat ini setidaknya ada 8 emiten yang harga sahamnya masih dibawah Rp 25 per saham. Emiten-emiten itu menurut Erry sudah diajak berbicara mengenai permintaan BEJ untuk meningkatkan performancenya tersebut.Dijelaskan, sejumlah corporate action yang bisa ditempuh emiten-emiten untuk meningkatkan performancenya itu diantaranya melalui reverse stock. "Kalau dengan reverse stock, sahamnya masih cukup untuk bisa tercatat di BEJ," tukas Erry.Langkah lainnya adalah melalui penyampaian kepada publik mengenai kinerjanya sehingga publik bisa memberikan apresiasi yang pada akhirnya bisa meningkatkan harga sahamnya. Selain itu emiten juga bisa menempuh langkah dengan membagikan dividen.Erry mengaku langkah ini terkait dengan rencana BEJ yang akan menambah fraksi harga dari 3 menjadi 4 fraksi mulai 3 Januari 2005 mendatang. Rincian dari fraksi harga tersebut adalah untuk harga saham dibawah Rp 500 fraksinya Rp 5, antara Rp 500-2000 fraksinya Rp 10, Rp 2000-5000 fraksinya Rp 25 dan lebih dari Rp 5000 dengan fraksi Rp 50.Menurut Erry, dengan likuiditas BEJ sekarang ini, 4 fraksi tersebut dinilai sudah cukup. Namun jika pada tahun-tahun mendatang likuiditas di BEJ terus meningkat, maka terbuka kemungkinan fraksi harga tersebut akan ditambah."Empat fraksi harga itu sudah cukup memenuhi. Tpai kalau likuiditasnya lebih besar kita akan lihat lagi," ujar Erry.
(qom/)











































