Berdasarkan siaran pers perseroan yang disampaikan ke BUMN, Minggu (30/3/2014), perolehan Laba Bersih Tahun Buku 2013 sebesar Rp 1,83 triliun itu merupakan konstribusi dari penjualan batubara sebesar 17,76 ton, yang terdiri dari 9,59 juta ton atau 54 persen berupa Penjualan Eskpor dan 8,17 juta ton berupa Penjualan Domestik, dengan total Pendapatan Usaha sebesar Rp 11,21 triliun.
Volume Penjualan tahun 2013 itu, sebesar 15,09 juta ton merupakan produksi PTBA dari Unit Pertambangan Tanjung Enim beserta anak perusahaan PT Internasional Prima Coal (IPC) di Kalimantan Timur dan 2,73 juta ton berupa Pembelian batubara dari pihak ketiga oleh anak perusahaan, PT Bukit Asam Prima (BAP) dan PT IPC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestasi ini berhasil diraih PTBA dengan mengambil langkah-langkah strategis di bidang operasional, di antaranya mempriortaskan penjualan batubara kalori tinggi yang banyak diminati pasar ekspor, meminimalkan pemakaian peralatan tambang yang menggunakan BBM dan mengoptimalkan penggunaan peralatan tambang yang menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit milik sendiri.
Sementara itu, untuk tahun 2014 Perseroan menargetkan volume Penjualan batubara sebesar 24,72 juta ton atau 37 persen lebih tinggi dibandingkan realisasi Penjualan tahun 2013.
Untuk mendukung target Penjualan tersebut, Perseroan bersama anak perusahaan PT IPC menetapkan target Produksinya sebesar 19,80 juta ton, serta Pembelian batubara dari pihak ketiga oleh anak perusahaan PT BAP sebesar 3,98 juta ton.
(dru/zul)











































