Penyidik FBI mencari kemungkinan adanya penipuan investasi, penipuan dalam pengiriman uang, sampai ke informasi orang dalam (insider trading) oleh perusahaan atau orang yang terlibat dalam perdagangan kecepatan tinggi ini.
Juru bicara FBI mengatakan kepada AFP, penyidikan ini tidak ada hubungannya dengan Jaksa Agung New York Eric Schneiderman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor Scheiderman menegaskan penyelidikan atas praktik ini masih berlangsung. Perdebatan atas transaksi super cepat ini semakin ramai setelah dirilis buku "Flash Boys: a Wall Street Revolt" oleh Michael Lewis.
Lewis mengatakan, sekarang ini Bursa New York dipenuhi oleh para broker yang mengutamakan kecepatan dalam bertransaksi yang mengandalkan teknologi terbaru, sehingga banyak investor potensial yang ketinggalan.
(ang/hen)











































