Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,015 poin (0,06%) ke level 4.894,335 meski di tengah negatifnya bursa-bursa Asia. Tingginya minat beli asing menahan indeks di zona hijau.
Meski positif namun penguatan indeks tidak tinggi dan cenderung datar. Akhirnya indeks jatuh juga ke zona merah akibat aksi ambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor asing yang kemarin getol beli saham kini malah lesu. Transaksi asing hingga siang hari ini hanya kurang sekitar Rp 70 miliar beli bersih.
Seluruh indeks sektoral kompak melemah, tak satu pun yang bisa menguat. Saham-saham konsumer terkena koreksi paling dalam.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 129.957 kali pada volume 2,741 miliar lembar saham senilai Rp 3,03 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 96 saham turun, dan 71 saham stagnan
Bursa-bursa di Asia masih kompak terjebak di zona merah hingga siang hari ini. Koreksi terdalam kali ini malah dialami oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 7,30 poin (0,36%) ke level 2.051,00.
- Indeks Hang Seng turun 57,50 poin (0,25%) ke level 22.507,58.
- Indeks Nikkei 225 berkurang 30,86 poin (0,20%) ke level 15.041,02.
- Indeks Straits Times terpangkas 8,52 poin (0,26%) ke level 3.211,54.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 49.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 20.325, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 550 ke Rp 16.450, dan Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 29.500.
(ang/dru)











































