"Obligasi sudah ajukan perizinan. Waktunya masih pantau kondisi pasar tahun ini, jumlahnya bisa sampai Rp 3 triliun, bisa dibagi beberapa tahap. Ini untuk diversifikasi sumber pendanaan," kata President Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja saat ditemui di Gedung OCBC NISP, Jakarta, Senin (7/4/2014).
Saat ini, Parwati menyebutkan, total modal perseroan mencapai Rp 12,8 triliun dan dana cadangan (secondary reserve) berada di angka Rp 17,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parwati menambahkan, di kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan bisnis perseroan terbilang masih melambat. Hal ini karena kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum sepenuhnya kondusif.
Namun, pihaknya optimis jika tahun 2014, pertumbuhan bisnis perseroan baik kredit, laba, Dana Pihak Ketiga (DPK) akan bertumbuh di kisaran angka 15-20%.
"Q1 harus diakui, kredit dan dana relatif masih lambat. Cek lapangan alon-alon asal kelakon, responnya masih menunggu hasil pemilu. Belum sesuai dengan keinginan kami. Harapan April sudah kondusif. 2014 cukup optimis, dengan segala hasil pemilu. Pertumbuhan 15-20%, optimis berakhir dengan baik," pungkasnya.
(drk/ang)











































