Saham Blitzmegaplex ini sempat menyentuh level terendah di angka Rp 3.000 dan level tertingginya di harga Rp 3.200 per saham. Saham ini ditransaksikan sebanyak 18 kali dengan volume 120 lot dengan nilai Rp 188 juta.
Pemilik brand bioskop Blitzmegaplex ini melepas sebanyak 74.410.400 lembar saham kelas C atau setara dengan 31,26% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, dengan tercatatnya saham BLTZ ini diharapkan dapat menyemarakkan pasar modal Indonesia.
"Prosesnya sejak tahun lau akhirnya berhasil. Kami berharap dengan dicatatkannya saham BLTZ akan menyemarakkan pasar modal Indonesia dan diharapkan dapat menerapkan prinsip-prinsip good governance," ujar Ito.
Dalam IPO ini, perseroan memperoleh dana sebesar Rp 223,23 miliar. Dana hasil IPO rencananya digunakan untuk pengembangan kegiatan usaha perseroan dalam bentuk belanja modal untuk pembangunan 7 bioskop baru yang terletak di Bandung, Yogjakarta, Bogor, Karawang, Jakarta dan Surabaya.
"Pembangunan dan pengoperasian bioskop-bioskop baru tersebut akan dilakukan oleh perseroan. Proses pembangunan akan dimulai pada 2014 dan selesai pada akhir 2015," kata dia.
Disebutkan juga bahwa perseroan mengadakan alokasi saham karyawan (employee stock allocation/ESA) sebanyak 50.000 saham atau sebesar 0,067% dari jumlah saham IPO.
PT Graha Layar Prima Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di kegiatan usaha perfilman, perekaman video, penyediaan makanan, dan minuman, serta jasa rekreasi dan hiburan dan tercatat sebagai emiten ke-8 di tahun ini dan emiten ke-491 yang tercatat di BEI.
(drk/ang)











































