Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, saham Apple ditutup turun 6,95 poin (-1,31%) ke level US$ 524,75 (Rp 5,24 juta) per lembar.
Jika memakai acuan harga saham pada penutupan perdagangan kemarin, maka setelah dipecah dengan rasio tujuh banding satu maka harga satu lembar saham Apple menjadi sekitar US$ 74,9 (Rp 749.000) per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengambil langkah ini supaya saham Apple bisa semakin terjangkau bagi para investor," kata CEO Apple Timothy D. Cook seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/4/2014).
Saham Apple sudah mulai menanjak lagi sejak menyentuh titik terendahnya di US$ 388,87 akhir tahun lalu. Saham perusahaan yang didirikan Almarhum Steve Jobs ini sempat sentuh titik termahalnya sepanjang masa di US$ 698,7 per lembar pada September 2012 silam.
Dalam setahun terakhir, saham perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California, ini sudah memberikan imbal hasil alias keuntungan kepada investor sebesar 32,7%.
Apple masih jadi perusahaan termahal dunia dengan kapitalisasi pasar alias nilai perusahaan sebesar US$ 452,2 miliar atau sekitar Rp 4.522 triliun.
(ang/hen)











































