Pendapatan usaha Adaro meningkat 14% menjadi US$ 845 juta karena volume penjualan yang lebih tinggi bersamaan dengan penurunan rata-rata harga jual (ASP) sebesar 7%. Beban pokok pendapatan turun 1% menjadi US$ 599 juta.
Seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (30/4/2014), Adaro menurunkan biaya kas batubara (tidak termasuk royalti) sebesar 24% menjadi US$ 29,82 per ton pada akhir Maret 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adaro meningkatkan volume produksi sebesar 22% menjadi 14,0 Mt dan volume penjualan 23% menjadi 13,9 Mt berkaitan dengan permintaan batu bara Adaro yang mulai tinggi.
Volume batubara Adaro sedikit melampaui rencana triwulan I-20140, sementara volume lapisan penutup hanya mencapai 95% dari rencana.
Belanja modal bersih Adaro turun 62% menjadi US$ 18 juta karena adanya penundaan aktivitas. Adaro berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target belanja modal sebesar US$ 200 juta sampai dengan US$ 250 juta.
Struktur permodalan Adaro membaik sejalan dengan upaya menurunkan utang sebesar 6% dan meningkatkan posisi kas sebesar 48% menjadi US$ 828 juta sehingga utang bersih terhadap EBITDA selama 12 bulan terakhir sebesar 1,48 kali dan utang bersih terhadap modal sebesar 0,43 kali pada akhir Maret 2014.
(ang/hds)











































