Reksa Dana Surya Diluncurkan
Kamis, 16 Des 2004 10:48 WIB
Jakarta - Kasus reksa dana di Bank Global hingga kini belum tuntas dan masih ramai dibicarakan. Seakan ingin membangun kepercayaan pasar terhadap reksa dana, PT Niaga Aset Manajemen (NAM) dan PT Surya Mitra Indonesia (SMI) meluncurkan produk reksa dana.Reksa dana yang dikeluarkan, bernama Reksa Dana Surya. Peluncuran perdana Reksa Dana Surya dilakukan pada Kamis (16/12/2004) di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta. Produk ini akan didukung oleh PP Muhammadiyah, Bank Niaga, BRI, Dana Pensiun Bakrie dan Ir Subroto.Reksa Dana Surya adalah reksa dana penedapatan tetap berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang dibuat oleh PT NAM sebagai manajer investasi dan BRI sebagai Bank Kustodian. Reksa dana ini akan dikelola dengan komposisi prototfollo minimum 80 persen pada obligas pemerintah maupun koorporasi dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang, dengan hasil investasi yang diharapkan antara 11-12 persen per tahun.Dalam siaran persnya yang diterima detikcom Kamis (16/12/2004) pagi ini, Reksa Dana Surya diterbitkan dengan minimum pembelian sebesar Rp 100 ribu dan unit penyertaan yang ditawarkan sebanyak 1 miliar dengan harga perdana Rp 1000. Pembelian Reksa Dana Surya dapat dilakukan melalui cabang-cabang Bank Niaga Prefered Circle (BNPC), PT NAM serta SMI. Nantinya akan secara bertahap juga dijual melalui cabang-cabang BRI serta jaringan kantor Majelis Ekonomi Muhammadiyah.PT NAM dan PT SMI selaku pengelola reksa dana, telah dikenal sebagai investment holding company dan pengelolaan dana. PT NAM adalah anak perusahaan dari Bank Niaga yang telah beroperasi sejak tahun 1997. Sementara keberadaan PT SMI tidak terlepas dari konsepsi Muhammadiyah yang concern terhadap pengembangan ekonomi yang dirumuskan dalam sistem Jamiah (Jaringan Ekonomi Muhammadiyah).Saat ini keduanya bekerjasama meluncurkan Reksa Dana Surya, yang awal penandatanganan perjanjian kerjasamanya telah dilakukan pada 30 Juli 2003. Reksa dana Surya yang penerbitannya telah mendapat izin dari Bapepam pada 3 Desember 2003 ini, diharapkan dapat kembali membangun kepercayaan pasar, sekaligus berperan serta dalam penggalangan dana bagi pembiayaan sosial, ekonomo dan kemasyarakatan.
(mar/)











































