Perjalanan cukup panjang dilalui perusahaan investasi yang sejak 2010 mulai fokus di bisnis minyak dan gas ini. Perusahaan awalnya menggelar penerbitan saham dengan hak memesan terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Target dana yang diraup sekitar Rp 2,78 triliun di awal tahun ini.
Saham yang diterbitkan adalah seri C sebanyak-banyaknya 27,83 miliar saham di harga Rp 100 per lembar. Nah, dana hasil rights issue ini yang dipakai perusahaan untuk berpartisipasi di Blok ONWJ PSC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan barangnya sedang for sale. Jadi kita mulai proses pembelian dari mid (pertengahan) 2013 sampai pendanaan di Oktober," kata Direktur Capitalinc Hendrayanto M Sakti kepada detikFinance, Rabu (30/4/2014).
DVL digadang-gadang sebagai perusahaan yang dikontrol oleh PT Bakrie dan Brothers Tbk (BNBR) namun manajemen Grup Bakrie belum mengkonfirmasi kebenaran akan hal ini.
Owen Holdings saat ini menguasai 49% saham EMP International (EIBL) yang merupakan pemilik 100% saham EMP ONWL Ltd. Nah, EMP ONWL ini yang memegang langsung 36,72% working interest di Blok ONWJ PSC.
"Mereka melihat ada opportunity untuk jual dan kebetulan klop dengan kami sebagai buyer," ujarnya.
Pada tahun 2013 Blok ONWJ PSC ini telah menghasilkan produksi sebesar 38,300 barrel minyak per hari dan 224 MMSCFD gas. Penghasilan ini melebihi target yang sebelumnya ditetapkan oleh SKK Migas untuk Blok ONWJ PSC ini, yaitu sebesar 38,000 barrel minyak per hari dan 175 MMSCFD gas.
(ang/hds)











































