Hal itu terungkap saat salah satu kelompok usaha Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), berencana menerbitkan saham dengan hak memesan terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue akhir tahun lalu.
Emiten berkode ENRG itu berniat menerbitkan 20.981.989.426 saham baru di harga Rp 140 per saham. Perusahaan migas ini berpotensi meraup dana Rp 2,94 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam prospektusnya. Energi Mega akan memakai 81% dana hasil rights issue untuk membeli 49% saham EMP International Ltd (EIBL) yang dimiliki Owen Holding Limited. Nah, Owen Holding ini baru saja dibeli 100% sahamnya oleh PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) senilai US$ 250 juta (Rp 2,5 triliun).
"Akuisisi yang dilakukan kami berbeda dengan yang diincar Grup Bakrie, itu yang mereka incar lain lagi," kata Direktur Capitalinc Hendrayanto M Sakti kepada detikFinance, Rabu (30/4/2014).
Sehingga menurut dia, akuisisi yang dilakukan Capitalinc dan Energi Mega tidak akan bersinggungan. "Untuk rencana beli kan mereka lebih dulu, kita baru belakangan. Tapi yang diincarnya beda kok," ujarnya.
Sampai saat ini rencana rights issue Energi Mega itu belum dilanjutkan. Sedangkan Capitalinc sudah menyelesaikan transaksinya.
Perusahaan yang dulunya perusahaan leasing atau pembiayaan kecil ini sudah menerbitkan saham baru lewat rights issue dengan raupan dana Rp 2,78 triliun. Dananya dipakai untuk pembelian saham Owen Holdings.
(ang/hds)










































