Jepang dan Indonesia Bentuk Forum Investasi

Jepang dan Indonesia Bentuk Forum Investasi

- detikFinance
Kamis, 16 Des 2004 15:29 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Jepang bersama sektor swasta kedua negara mendirikan Forum Investasi Gabungan Pemerintah dan Swasta Tingkat Tinggi atau High Level Government/Private Sector Joint Forum on Invesment.Hal itu diungkapkan Menko Perekonomian Abu Rizal Bakrie dan Menteri Ekonomi Perindustrian dan Perdagangan Jepang Soichi Nakagawa dalam jumpa pers bersama di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/12/2004).Ical begitu sebutan Abu Rizal Bakrie mengatakan, forum ini didirikan untuk meningkatkan investasi Jepang di Indonesia. "Selama ini Jepang adalah investor terbesar di Indonesia, tetapi dalam tiga tahun terakhir investasi dari Jepang tidak datang ke Indonesia karena ketidakpastian politik dan ekonomi. Setelah adanya pemerintahan baru, kemudian timbul minta dari Jepang baik besar maupun kecil untuk berinvestasi," kata Ical.Pembentukan forum ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Cili beberapa waktu lalu.Pihak Jepang meminta Indonesia untuk memberikan kemudahan masalah di bidang peraturan dan izin investasi, labour atau tenaga kerja, pajak, atau bea dan cukai. "Yang mereka sebutkan sebagai hal yang perlu diperbaiki dan diimplamentasikan lebih cepat," ujar Ical.Sementara itu Menteri Soichi mengatakan, dengan terbentuknya kabinet baru pihaknya mulai memahami betapa giatnya pemerintah Indonesia dalam menangani masalah yang dihadapi. "Indonesia dan Jepang secara historis merupakan teman yang erat. Tapi sayang belakangan ini hubungan Indonesia dan Jepang dalam bidang ekonomi sedikit menurun," ungkapnya.Dia juga menegaskan pentingnya peningkatan UKM, mengingat 90 persen dari industri di Jepang adalah UKM dan 70 persen tenaga kerjanya dipekerjakan di sektor UKM. "Itu realitas yang terjadi di Jepang," ujarnya. "Di antara UKM di Indonesia mungkin saja muncul seperti Toyota di Jepang. Jepang siap membantu dari bidang peningkatan SDM UKM," katanya. Jadi bukan hanya proyek besar saja yang perlu diperbaiki, lanjutnya.Di lain pihak, pebisnis Jepang, Kadashi Okamura yang juga presiden and CEO Toshiba corp mengatakan, hasil kesepakatan kedua pemimpin adalah langkah pertama untuk menyelesaikan permasalahan di bidang ekonomi. "Pemerintah harus segera menyelesaikan beberapa masalah yang menghambat dalam investasi Jepang dan akan melakukan kerjasama dengan mitra kerja yakni Kadin," tukasnya.Dari forum ini akan dibentuk suatu Plenary Meeting yang dipimpin oleh Ical, Kadin dan Dubes Jepang serta ketua Jakarta Jepang Club. Selain itu akan dibentuk juga Committe Meeting yang dipimpin oleh Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas Sri Mulyani. Forum ini akan mengkoordinasikan mengenai pajak, tenaga kerja, bea dan cukai serta infrastruktur dan UKM. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads