Kesepakatan ini tertuang di dalam perjanjian kemitraan strategis antara Garuda dan BII yang dilakukan sore hari ini. Hadir pada penandatanganan kesepakatan adalah Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar dan Direktur Utama BII Taswin Zakaria.
Taswin menjelaskan fasilitas pinjaman yang diberikan BII merupakan skema pembiayaan syariah bilateral terbesar di Indonesia saat ini. Pendanaan ini diperuntukan untuk mendukung ekspansi bisnis dan operasional maskapai Garuda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taswin menilai Garuda sebagai maskapai berkelas, memiliki strategi yang agresif melebarkan sayapnya. Hal ini dituangkan dalam program quantum leap setiap 5 tahun.
Masuknya BII pada pembiayaan besar dengan Garuda, dijelaskan Taswin sebagai loncatan untuk mendukung dan menangkap peluang pembiayaan pada perusahaan BUMN.
"Tahun ini kami fokuskan pembiayaan di level korporasi khusus segmen BUMN. Kita bentuk unit baru. Unit fokus pembiayaan BUMN nasional. Jadi ini permulaan yang baik. Unit ini berkontribusi pengembangan bumn ke depannya," sebutnya.
Di tempat yang sama, Emirsyah menerangkan tambahan suntikan permodalan dari BII ini akan digunakan untuk mendukung modal kerja perseroan. Selain memperoleh sumber pembiayaan dari pinjaman, Garuda juga telah memperoleh sumber pendanaan dari penerbitan saham baru (right issue) dan penerbitan obligasi.
"Akan ada pembiayaan tambahan. Ke depan Garuda terus ekspansi. Kita telah melakukan rights issue, kita terbitkan obligasi. Jadi semua kombinasi dan seusai dengan plan kita," paparnya.
(feb/ang)











































