Direktur Keuangan adaro David Tendian mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji utang mana yang harus dibayar terlebih dahulu. Sementara itu, pihaknya juga sembari mencari peluang pinjaman untuk bisa menutupi total utang tersebut.
"Pembayaran utang kami akan mengkaji lebih detil mana yang lebih awal untuk dibayar, saat ini masih penajajakan mana yang akan dibayar dulu. Total utang US$
2 miliar dari keseluruhan, posisi kas US$ 828 juta, tentu dana yang kami pergunakan pertama adalah kas untuk pembayaran utang selebihnya akan mencari pendanaan refinancing," kata saat acara Institutional Investor Day 2014 di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Sementara itu, meskipun saat ini harga batubara belum menunjukkan kenaikan yang signifikan, namun pihaknya optimis akan mampu menggenjot produksi batubaranya di tahun ini dengan meningkatkan kapasitas hingga 56 juta ton per tahun.
"Target produksi 54-56 juta ton tahun ini, sedang dalam proses untuk diskusi dengan ESDM untuk dapat approval," ujar dia.
Saat ini, David menyebutkan, harga batubara pasar dunia berada di sekitar US$ 73-75, harga batubara Adaro pun akan mengikuti pergerakan harga batubara pasar dunia.
"Adaro akan mengikuti pergerakan pasar harga batubara dunia," katanya.
Meski begitu, perseroan berharap harga batubara semakin membaik dengan didukung kondisi cuaca yang mendukung agar produksi bisa maksimal.
"Semoga ke depan kondisi cuaca mendukung dan kondisi pasar mendukung biar kita bisa membantu ke negara, pembayaran tax rate kami kontribusi ke negara adalah 74%, tinggi sekali," cetusnya.
(drk/ang)











































