Menurut Manager, Corporate & External Communications HM Sampoerna Mochamad Tommy Hersyaputera, dividen ini akan dibagikan bertahap selama Juni 2014.
"Nanti dibayarkan secara bertahap ke pemegang saham," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (9/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan tersebut didorong oleh portofolio sigaret kretek mesin (SKM) yang mencakup Sampoerna A Mild dan U Mild.
Merek-merek sigaret kretek tangan (SKT) Sampoerna mengalami tekanan kuat selama tahun 2013, sejalan dengan tren penurunan jangka panjang pada segmen SKT secara keseluruhan, yang disebabkan oleh perubahan preferensi konsumen dewasa.
Tren penurunan segmen SKT industri secara keseluruhan ini berlanjut hingga triwulan I-2014, pangsa pasar SKT Sampoerna turun 2,9 poin menjadi 8,3% dari keseluruhan pasar pada tahun 2013, dari sebelumnya 11,2% pada tahun 2012.
"Tahun 2013 merupakan tahun yang penuh tantangan dengan persaingan yang semakin meningkat dan perubahan selera konsumen dewasa yang cepat, terutama pada segmen SKT," kata Presiden Direktur Sampoerna Paul Janelle dalam siaran pers.
Sampoerna terus menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan pemerintah melalui pembayaran cukai. Selama lima tahun terakhir, pembayaran cukai Sampoerna naik hampir dua kali lipat. Di 2013, Sampoerna menyumbangkan 29,6% dari total keseluruhan penerimaan negara dari cukai tembakau.
Melanjutkan komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia, di Oktober 2013 lalu, Sampoerna mengumumkan peningkatan kapasitas produksi untuk pasar domestik maupun ekspor di pabrik SKM Karawang, Jawa Barat.
“Kami telah menanamkan investasi lebih dari US$ 400 juta di Karawang sejak tahun 2006 untuk mengembangkan bisnis domestik dan ekspor kami. Sampoerna dan PT Philip Morris Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan investasi jangka panjang di Indonesia,” tutur Janelle.
Para pemegang saham juga menyetujui komposisi baru Direksi Perseroan, yang berlaku sejak penutupan RUPS. Michael Sandritter menggantikan Mark Ingo Niehaus sebagai anggota Direksi Perseroan yang bertanggung jawab atas bidang Keuangan dan Sistem Informasi.
Sebelum pengangkatannya tersebut, Michael Sandritter menjabat sebagai Direktur Audit Perseroan di Philip Morris International, Swiss. Manajemen Perseroan optimistis penunjukan Michael Sandritter akan melanjutkan keberhasilan organisasi Keuangan Sampoerna.
Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham HMSP naik 1.000 poin (1,43%) ke level Rp 71.000 per lembar. Sahamnya menjadi top gainer meski hanya ditransaksikan satu kali dengan volume satu lot senilai Rp 7,1 juta.
(ang/dnl)











































