Jepang Ajak Koalisi Untuk Spesial Produk & Sensitive produk
Jumat, 17 Des 2004 22:32 WIB
Jakarta - Pemerintah Jepang mengajak Indonesia untuk berkoalisi dalam memperjuangkan spesial produk dan sensitif produk bagi negara berkembang. Jepang memilih Indonesia karena dianggap sebagai negara besar di kawasan ASEAN.Demikian dikatakan Dirjen Kerjasama Industri dan Perdagangan Internasional Pos M Hutabarat kepada wartawan usai menerima kedatangan Wakil Menteri Pertanian Jepang Mr. Iwanaga, di Kantor Menteri Perdagangan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jumat (17/12/2004)."Kita tidak bilang setuju atau tidak, tetapi kita mengajak untuk membicarakannya di tingkat operasional. Karena kita belum tahu kelemahan dan kelebihan Kerjasama perdagangan bebas Indonesia-Jepang yang disebut EPA (Economic Pro accruement Agreement)," kata Hutabarat.Hutabarat juga mengatakan, pemerintah akan embua tim untuk melakukan studi dampak jika akan dilakukannya EPA. Tim akan bekerja secepatnya yang terdiri dari pemerintah, dunia usaha dan akademisi."Kita ingin memasukan produk Indonesia diantaranya textile dan sepatu sedangkan Jepang ingin menjadi pengimpor otomotif ke Indonesia, dengan begitu kita tidak ada saingannya karena saling menurunkan tarif menjadi 0%. Sedangkan Cina dan negara lain masih 10%," kata dia.Menurut Hutabarat, sebelum menerima tawaran Jepang, Indonesia harus mempertimbangkan apakah produsen otomotif di dalam negeri bisa mati. Setiap EPA dengan Jepang juga membutuhkan studi negosiasi biasanya negosiasi 2 tahun dan studi 6 bulan."epang baru mengajak negosiasi bulan april. Jepang terkesan terburu-buru itu karena mereka merasa Indonesia adalah negara besar ASEAN," demikian Pos M Hutabarat.
(fab/)











































