Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, sebagian besar investor di luar negeri menyoroti kondisi likuiditas saham di pasar modal Indonesia.
"Mereka (investor global) umumnya mempermasalahkan soal likuditas. Kan mayoritas mereka adalah investor jangka panjang investasi. Nah, mereka takut dampaknya potensi penurunan likuidtas di pasar modal Indonesia," ujar Ito saat acara Capital Market Awards 2014, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (13/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggapan dari global sangat positif kepada Indonesia dan masih menarik untuk mereka," tambahnya.
Ito menyebutkan, potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia setidaknya tercermin dari likuiditas pasar modal Indonesia sepanjang 2013 yang sudah meningkat hampir 38%, dibandingkan likuiditas pasar modal di tahun sebelumnya.
"Untuk terus meningkatkan likuiditas pasar modal prinsip good corporate governance untuk terus komit menggunakan roadmap, yang diluncurkan OJK. Itu menjadi pedoman di pasar modal," terangnya.
Bahkan, kata Ito, angka nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia saat ini telah menunjukkan tren positif, yaitu telah mendekati angka Rp 5.000 triliun.
"Tahun ini saja IHSG sudah naik 15%, untuk saat ini saja nilai kapitalisasi sudah mencapai Rp 4.822 triliun, di mana tahun ini kami targetkan 30 calon emiten yang melantai di bursa," tuturnya.
(dnl/dnl)











































