"Yah itu kan ada kenyamanan pasar karena kemungkinan pemilu satu putaran," ungkap Wakil Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (16/5/2014)
Β
Menurut Bambang, kepastian tersebut akan membuat pelaku pasar menjadi lebih kuat dalam membuat proyeksi. Termasuk penyesuaian dengan arahan kebijakan yang akan diluncurkan oleh presidennya.
"Ya sehingga kepastian ekonomi Indonesia bisa lebih clear," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dampaknya, tapi kecil," tegas Bambang.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 8,350 poin (0,17%) ke level 4.983,286, bergerak datar membuka perdagangan akhir pekan. Pelaku pasar menanti kabar dari Jokowi terkait calon pendampingnya dalam Pemilu 2014.
Menutup perdagangan akhir pekan, IHSG melaju 39,935 poin (0,80%) ke level 5.031,571. Sementara Indeks LQ45 menanjak 10,286 poin (1,21%) ke level 858,859.
Sebelumnya, enior Economist Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan, kenaikan IHSG melesat positif diikuti dengan penguatan laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelaku pasar merespons mengerucutnya bursa capres menjadi dua pasangan kuat.
"Dikarenakan capres sudah mulai mengerucut jadi tinggal dua, Pak Jokowi dan Prabowo. Kalau calon cuma dua jadi pemilu hanya akan berlangsung satu ronde. Itu bikin pasar lebih kondusif," kata
Β
Fauzi mengatakan, pelaku pasar pun turut menyambut positif pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) dengan calon Wakil Presiden yang difavoritkan adalah Jusuf Kalla (JK).
(mkl/dnl)











































