"Nilai dividen tersebut setara Rp 15 per saham," kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Hermawan Wijaya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/5/2014).
Dikatakan Hermawan, perseroan akan menempatkan 89,69% atau Rp 2,414 triliun sebagai laba ditahan. Laba tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan terutama dalam pengembangan usaha dan entitas anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 2013, perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 109% menjadi Rp 2,69 triliun yang didorong oleh kuatnya penjualan unit-unit resedential, tanah dan kawasam komersial. Pertumbuhan ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar Rp 5,74 triliun dari sebelumnya Rp 3,73 triliun.
"Disebabkan ada 2 transaksi besar dengan Hong Kong land dan AEON itu transaksi un-organic, menjual tanah seluas 78 hektar secara total," katanya.
Transaksi anorganik tersebut setara 21% dari total pendapatan konsolidasi perseroan. Sedangkan 79% atau Rp 4,53 triliun dikontribusikan oleh pendapatan organik perseroan.
"Tahun ini kami targetkan pertumbuhan pendapatan organik sekira 25-30% melalui pembangunan proyek-proyek di BSD City maupun daerah di luar Jawa seperti Balikpapan dan Manado," tutupnya.
Sepanjang 2013, aset BSD naik menjadi 35% menjadi Rp 22,57 triliun dari sebelumnya Rp 16,76 triliun. Kenaikan ini khususnya terjadi pada aset lancar yang mencapai 40% menjadi Rp 11,83 triliun dari sebelumnya Rp 8,44 triliun.
(zul/ang)











































