Pemegang Saham BSD Kebagian Dividen Rp 275 Miliar

Pemegang Saham BSD Kebagian Dividen Rp 275 Miliar

- detikFinance
Selasa, 20 Mei 2014 16:54 WIB
Pemegang Saham BSD Kebagian Dividen Rp 275 Miliar
Jakarta - Perusahaan properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BDSE) membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 275,58 miliar. Dividen itu setara 10,24% dari total laba bersih tahun buku 2013 yang mencapai Rp 2,69 triliun.

"Nilai dividen tersebut setara Rp 15 per saham," kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Hermawan Wijaya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Dikatakan Hermawan, perseroan akan menempatkan 89,69% atau Rp 2,414 triliun sebagai laba ditahan. Laba tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan terutama dalam pengembangan usaha dan entitas anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, pertumbuhan pada 2013 merupakan lonjakan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Penopang utamanya adalah transaksi penjualan tanah kepada entitas anak yang mencapai Rp 1,2 triliun.

Sepanjang 2013, perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 109% menjadi Rp 2,69 triliun yang didorong oleh kuatnya penjualan unit-unit resedential, tanah dan kawasam komersial. Pertumbuhan ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar Rp 5,74 triliun dari sebelumnya Rp 3,73 triliun.

"Disebabkan ada 2 transaksi besar dengan Hong Kong land dan AEON itu transaksi un-organic, menjual tanah seluas 78 hektar secara total," katanya.

Transaksi anorganik tersebut setara 21% dari total pendapatan konsolidasi perseroan. Sedangkan 79% atau Rp 4,53 triliun dikontribusikan oleh pendapatan organik perseroan.

"Tahun ini kami targetkan pertumbuhan pendapatan organik sekira 25-30% melalui pembangunan proyek-proyek di BSD City maupun daerah di luar Jawa seperti Balikpapan dan Manado," tutupnya.

Sepanjang 2013, aset BSD naik menjadi 35% menjadi Rp 22,57 triliun dari sebelumnya Rp 16,76 triliun. Kenaikan ini khususnya terjadi pada aset lancar yang mencapai 40% menjadi Rp 11,83 triliun dari sebelumnya Rp 8,44 triliun.

(zul/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads