Menurut Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, saham properti naik tinggi dan jadi buruan investor karena sudah mengalami koreksi yang cukup dalam pada periode Mei-Desember 2013.
Pada periode tersebut, IHSG juga anjlok sangat dalam dari titik tertingginya di kisaran level 5.200 langsung jatuh sampai ke kisaran 4.300. Dana asing waktu itu mengalir keluar dengan deras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari semua sektor di lantai bursa, indeks sektoral yang menguat paling tinggi adalah sektor properti. Indeks sektor ini mampu tumbuh hingga 29,02% sejak awal tahun.
Saham-saham yang berada di sektor properti ini juga termasuk emiten konstruksi bangunan dan real estate. Jadi investor yang sudah menyimpang uangnya di saham-saham properti rata-rata sudah meraup keuntungan hampir 30% sejak awal tahun ini.
Sektor lain yang tak mau ketinggalan tumbuh tinggi adalah sektor finansial, yang biasanya didorong oleh saham-saham bank berkapitalisasi besar. Indeks sektor finansial berada di urutan kedua setelah sektor properti.
Berikut ini hasil kinerja indeks sektoral di lantai bursa sejak awal tahun sampai penutupan perdagangan akhir pekan lalu:
- Indeks Sektor Properti tumbuh 29,02%
- Indeks Sektor Finansial tumbuh 20,47%
- Indeks Sektor Infrastruktur tumbuh 17,43%
- Indeks Sektor Perdagangan tumbuh 12,31%
- Indeks Sektor Konsumer tumbuh 11,78%
- Indeks Sektor Agrikultur tumbuh 10,52%
- Indeks Sektor Manufaktur tumbuh 8,61%
- Indeks Sektor Industri Dasar tumbuh 8,33%
- Indeks Sektor Tambang tumbuh 8,09%
- Indeks Sektor Aneka Industri tumbuh 3,53%











































