10% Warga Belanda Terkoneksi dengan Indonesia, Pasar Empuk Bagi Garuda

Laporan dari Amsterdam

10% Warga Belanda Terkoneksi dengan Indonesia, Pasar Empuk Bagi Garuda

- detikFinance
Selasa, 03 Jun 2014 16:35 WIB
10% Warga Belanda Terkoneksi dengan Indonesia, Pasar Empuk Bagi Garuda
Amsterdam - PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) baru saja merilis penerbangan langsung nonstop Jakarta-Amsterdam, yang menjadi hub utama menuju Eropa. Belanda dengan jumlah penduduk 17 juta tercatat sebagai pangsa empuk bagi maskapai nasional itu.

"Penduduk Belanda yang terkait dengan Indonesia sebanyak 10% dari total jumlah penduduk. Jadi setiap 1,7 penduduk Belanda connected dengan Indonesia," ujar Dubes Indonesia untuk Kerajaan Belanda Retno LP Marsudi dalam perbincangan di Bandara Schiphol Amsterdam akhir pekan lalu.

"Ini jelas bisnis transportasi yang besar bagi Garuda," tegas Retno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini belum lagi jumlah diaspora Indonesia di Belanda yang cukup besar. WNI di negeri itu tercatat nyaris 17 ribu, dengan jumlah pelajar 1.500 orang.

"Jadi yang membuat menarik itu adalah hubungan sejarah kedua negara. Orang Belanda selalu ingin melihat Indonesia, seperti apa sih Indonesia yang sering diceritakan oleh kakek-nenek mereka," ungkap Retno yang turut dalam penerbangan perdana nonstop dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Schiphol tanpa transit di Abu Dhabi pada 30 Mei 2014.

KBRI di Amsterdam bersama Garuda sendiri jauh hari telah mempromosikan penerbangan nonstop itu, satu-satunya penerbangan langsung dari Eropa ke Jakarta, dengan ikut ajang Taste of Amsterdam yaitu pameran kuliner terbesar di Belanda.

Rata-rata okupansi penerbangan Garuda nonstop, berdasar pengecekan Retno kepada pihak Garuda, juga menggembirakan. Pada penerbangan perdana, okupansi penumpang mencapai 90 persen dan untuk baliknya lebih dari 70%.

"Proyeksi beberapa bulan ke depan, karena juga peak season, berdasar pesanan yang sudah ada juga juga lebih dari 70%," jelasnya.

"Jadi penerbangan nonstop ini adalah kebijakan yang jitu karena baru pertama kalinya nonstop , belum ada pesaing dari maskapai mana pun yang biasanya terbang melalui 1 hub tertentu dulu. Penerbangan ini saya harapkan semakin meningkatkan ketertarikan orang berkunjung ke Indonesia dari Belanda dan sebaliknya," beber Retno.

Garuda sempat menghentikan penerbangannya ke Amsterdam pada 2004 dan kembali melayani pada 2010 dengan 1 hub di Abu Dhabi. Untuk merebut pasar kembali tentu butuh kerja keras bagi Garuda.

Namun menurut Retno, sejauh ini citra Garuda di kalangan konsumen Belanda cukup bagus.

"Salah satu yang disebut orang Belanda yang terbang dengan Garuda adalah on board Garuda cukup baik, mampu bersaing dengan maskapai lain," ujarnya.

Apalagi pada 2013 kelas ekonomi Garuda mendapat penghargaan SkyTrax Award yang artinya kelas ekonomi, kelas yang dipilih mayoritas penumpang, lebih baik daripada maskapai lain.

"Masa tinggal turis Belanda juga paling lama, lebih dari 2 minggu. Bahkan ada biro travel di sini yang menjual paket kunjungan ke Indonesia selama 31 hari. Mereka juga menjual paket-paket tematik seperti wisata golf, sepeda, dan sebagainya," cerita Retno. Untuk menopang masa tinggal yang cukup lama itu, KBRI di Amsterdam pun membantu dalam kemudahan pengurusan visa.

Yang istimewa, turis Belanda merupakan repeater visitors alias berkali-kali berkunjung ke Indonesia. Trip pertama mereka akan berwisata di Jawa dan Bali. Trip selanjutnya menyusul pulau-pulau lainnya. Demikian juga trip ketiga dan seterusnya.

Turis Belanda ke Indonesia pun salah satu yang terbesar dari Eropa yaitu 157 ribu orang pada 2013 atau naik 7 persen dari tahun sebelumnya.

Selain perpindahan orang, penerbangan nonstop itu juga menguntungkan dari perspektif bisnis yaitu pengiriman barang/kargo. Misalnya untuk produk yang butuh cepat sampai di tujuan seperti bunga, ikan, buah, maka penerbangan yang tercepatlah yang akan dipilih. Volume perdagangan Indonesia-Belanda pada 2013 tercatat 5 miliar dolar AS, surplus untuk Indonesia.

Chief of Operating Officer (COO) Bandara Schiphol Ad Rutten membeberkan data, tahun lalu traffic dari Amsterdam ke Indonesai lebih 260 ribu penumpang dengan menggunakan Airbus A330-200. Kini dengan penerbangan nonstop, Garuda menggunakan pesawat yang lebih besar yaitu Boeing 777-300 ER.

"Dengan kapasitas tambahan yang ditawarkan Garuda dengan pesawat baru itu, jumlah penumpang pasti akan lebih besar," ujar Rutten.

Rutten menyebut Garuda adalah konsumen lama di Amsterdam, yang terbang perdana ke Amsterdam pada 30 Maret 1965. Dia juga mengungkapkan kegembiraannya atas bergabungnya Garuda sebagai anggota terbaru dari aliansi penerbangan Sky Team yang memilih Schiphol sebagai hub di Eropa.

Dengan bergabung dengan Sky Team, pelanggan Garuda dapat terhubung ke 1.064 destinasi di 178 negara yang dilayani oleh seluruh maskapai anggota SkyTeam dengan total 15.723 penerbangan/hari. Pengguna jasa Garuda juga memperoleh akses ke 564 lounges di seluruh dunia.

Terkait Bandara Schiphol, Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Erik Meijer menyebut bandara tersebut telah menjadi pintu utama bagi pengusaha Indonesia dan produk-produknya memasuki Uni Eropa. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan Belanda juga sering menjadikan Indonesia sebagai jembatan ke pasar ASEAN, rumah bagi lebih 500 juta orang.

"Penerbangan ini tidak hanya menguntungkan bagi konsumen Garuda tapi juga akan berkontribusi positif dalam peningkatan bisnis dan turisme dan lebih jauh akan memperkuat hubungan Indonesia dan Belanda secara keseluruhan," ujar Meijer yang asli Groningen, Belanda, ini.

Bagi Anda yang sering melakukan perjalanan ke Eropa, jangan lupa pnerbangan direct dan nonstop tersebut akan dilayani sebanyak lima kali setiap minggu, dengan pesawat terbaru Boeing 777-300ER berkapasitas 314 penumpang (8 first class, 38 business class, dan 268 economy class) yang mampu terbang hingga 15 Jam atau menempuh jarak 14.490 km tanpa henti.

Rute Jakarta – Amsterdam tersebut dilayani dengan penerbangan GA 088 yang akan diberangkatkan dari Jakarta pada pukul 00.55 (local time) dan akan tiba di Amsterdam pada pukul 09.40 (local time). Sedangkan rute Amsterdam – Jakarta akan dilayani dengan penerbangan GA 089 yang akan berangkat dari Amsterdam pada pukul 12.35 (local time) dan akan tiba di Jakarta pada pukul 07.15 (local time). Penerbangan langsung tanpa transit di Abu Dhabi ini akan mempersingkat perjalanan Anda dari 18 jam menjadi 14 jam.

(nrl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads