PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hampir saja gagal bayar bunga obligasi senilai US$ 18 juta yang masuk tenggat waktu terakhirnya hari ini. Sebenarnya berapa total nilai utang milik perusahaan tambang tersebut?
Seperti dikutip dari laporan keuangan Bumi Resources di triwulan I-2014, Rabu (11/6/2014), total utang perseroan mencapai lebih dari US$ 3,6 miliar. Perusahaan akan fokus kepada pemangkasan utang tahun ini, terutama pembayaran utang pokok kepada China Investment Corp (CIC) yang nilainya mencapai US $1,3 miliar.
Utang tersebut diperoleh melalui Country Forest Limited (CFL) pada 18 September 2009. Pinjaman masih yang tersisa sebesar US$ 1,3 miliar, dari jumlah itu, US$ 600 juta di antaranya akan jatuh tempo 18 September tahun ini. Sedangkan US$ 700 juta sisanya harus dilunasi sebelum 18 September 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utang ketiga yang akan dibayar sebesar US$ 225 juta untuk membayar sebagian guaranteed convertible bond due 2014 serta beberapa fasilitas utang BUMI kepada para kreditur lain. Surat utang tadi diterbitkan pada 5 Agustus 2009.
Dana yang digunakan untuk membayar utang-utangnya tersebut akan diambil dari hasil penerbitan saham baru alias rights issue yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 6,5 triliun.
Emiten berkode BUMI itu akan menerbitkan saham baru melalui mekanisme hak pemesanan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue sebanyak 26,17 miliar lembar. Harga eksekusi saham dipatok Rp 250 per lembar.
Hari ini, hampir saja BUMI gagal bayar bunga obligasi senilai US$ 18 juta yang sudah masuk tenggat. Direktur Utama BUMI Saptari Hoedaja mengaku sudah melakukan pembayaran bunga obligasi tersebut.
Jika tidak melunasi pembayaran kupon obligasi hari ini, maka Bumi Resources terancam dianggap gagal bayar alias default. Tak hanya itu, gagal bayar kupon juga berpotensi memicu cross-default atas utang BUMI lainnya. Bahkan dapat mengganggu perjanjian pelunasan utang dengan China Investment Corporation (CIC).
"Tadi malam sudah dibayar," kata pria yang akrab disapa Ari itu kepada detikFinance.
Saham BUMI sudah dihentikan sementara alias suspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak pagi tadi. Hari ini merupakan batas waktu terakhir bagi Bumi Resources untuk melakukan pembayaran atas kupon obligasi tersebut.
Kupon tersebut merupakan bunga atas obligasi senilai US$ 300 juta (Rp 3 triliun) yang akan jatuh tempo di 2016 nanti. Sebelumnya BUMI sudah berjanji akan melunasi pembayaran pada akhir Mei lalu.
Kupon obligasi yang harus dibayar BUMI merupakan bagian dari surat utang yang diterbitkan Bumi Capital Pte. Ltd. Seharusnya kupon ini dibayar 12 Mei 2014. Namun, perseroan memiliki tenggang waktu hingga 11 Juni 2014 untuk menyelesaikan.
Jika BUMI terbukti tidak bisa bayar, maka pemegang obligasi berhak meminta percepatan pembayaran dan BUMI terancama gagal bayar alias default.
Bank of New York selaku administrator selanjutnya akan meminta pemegang obligasi untuk melakukan voting. Jika mayoritas setuju soal percepatan pembayaran, maka BUMI harus melunasi seluruh nilai obligasi yang mencapai US$ 300 juta tersebut.
Obligasi dengan bunga 12% per tahun ini sewajarnya baru jatuh tempo pada 10 November 2016 mendatang.
(ang/hds)











































