Menutup perdagangan, Rabu (10/6/2014), IHSG menguat 25,856 poin (0,52%) ke level 4.971,946. Sementara Indeks LQ45 menanjak 4,086 poin (0,49%) ke level 842,081.
Wall Street akhirnya jatuh ke zona merah setelah berkali-kali cetak rekor. Prediksi pertumbuhan ekonomi global yang dipangkas oleh Bank Dunia memberi sentimen negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan konsolidasi dulu. Pergerakan bursa global dan regional yang variatif juga tidak memberi sentimen positif.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 177,80 poin (1,18%) ke level 14.891,68.
- Indeks Straits Times menguat tipis 0,47 poin (0,01%) ke level 3.290,51.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS melanjutkan pelemahan, setelah Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Koreksi dialami indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,60% dan indeks S&P500 sebesar -0,35%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham juga dipengaruhi oleh proyeksi terbaru Bank Dunia terhadap pelambatan ekonomi di berbagai belahan dunia. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 sebesar -0,80% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan -0,04%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI naik +0,08% ke level US$ 104,48 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,01% ke posisi US$ 1.261,10 per troy ounce.
Dari dalam negeri, investor menanti rilis tingkat suku bunga acuan (BI Rate) yang sedianya akan diumumkan Bank Indonesia (BI) siang nanti. Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan aliran dana asing di pasar modal domestik masih menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, kemarin IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks memasuki fase konsolidasi dan bergerak menguat serta membentuk white marubozu.
Hari ini indeks masih akan melanjutkan kenaikannya dan coba menguji resistance terdekat di 4.982. Indeks akan bergerak dikisaran support 4.950 dan resistance 4.982.
Trust Securities
Meski IHSG ditutup di zona hijau namun, sepanjang intraday perdagangan terlihat laju IHSG sedang in the bad mood yang terlihat sempat beberapa kali ke zona merah dan sempat malas untuk bangkit. Apalagi ditambah dengan laju Rupiah yang sempat melemah jelang rilis RDG BI (meski akhirnya ditutup positif) dan imbas melemahnya sejumlah bursa saham China yang juga terimbas melemahnya bursa saham AS. Untungnya masih nett buy nya asing dan masih menguatnya sejumlah saham-saham biga caps. A.l UNVR, INTP, UNTR, ASII, SMGR, dan lainnya turut menopang IHSG untuk dapat kembali ke zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4971,95 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4939,98 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 4971,95. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (12/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4935-4961 dan resisten 4978-4988. White marubozu di atas middle bollinger band (MBB ). MACD mencoba berbalik naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan naik di atas area oversold. IHSG dapat ditahan di kisaran target support (4950-4978) meski sempat turun tipis. Diharapkan dukungan daya beli masih dapat bertahan untuk membantu IHSG tetap menghijau. Tetapi, perlu juga mewaspadai adanya pembalikan arah jika IHSG mulai terganggu dengan imbas negatif laju bursa saham global.
(ang/ang)











































